35 Anggota Parlemen Uni Eropa Desak Komite Etik FIFA Selidiki Gianni Infantino

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

Jakarta — Sebanyak 35 anggota Parlemen Uni Eropa mendesak Komite Etik FIFA untuk menyelidiki Presiden FIFA, , atas dugaan pelanggaran etika organisasi menyusul kontroversi penangguhan sanksi kartu merah terhadap pemain tim nasional Amerika Serikat.

Desakan tersebut muncul setelah Infantino mengungkapkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat, di saat yang sama, FIFA memutuskan menangguhkan sanksi kartu merah yang diterima Balogun sehingga pemain tersebut dapat kembali tampil pada babak 16 besar.

Infantino menyatakan penangguhan sanksi merupakan keputusan Komite Disiplin FIFA yang harus dihormati. Namun, ia tidak menjelaskan pihak yang mengajukan atau memprakarsai sidang Komite Disiplin tersebut.

Keputusan itu memicu kritik dari sejumlah anggota Parlemen Uni Eropa yang menilai proses pengambilan keputusan FIFA tidak transparan. Mereka mempertanyakan kemungkinan adanya pengaruh politik dalam kebijakan tersebut, meski hingga kini belum ada bukti resmi yang menunjukkan adanya intervensi langsung.

Anggota Parlemen Uni Eropa, , , dan menyebut keputusan FIFA sebagai preseden buruk yang dinilai mencederai prinsip keadilan dalam olahraga.

“Sekali lagi, kita telah melihat Gianni Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan Donald Trump,” demikian pernyataan para anggota Parlemen Uni Eropa yang dikutip dari ESPN.

Mereka juga mengajak anggota untuk mendorong Komite Etik FIFA melakukan penyelidikan independen terhadap dugaan keterkaitan antara keputusan FIFA dan komunikasi Infantino dengan Presiden AS.

Dalam pernyataan tertulis tersebut disebutkan sebanyak 35 anggota Parlemen Uni Eropa telah menandatangani surat dukungan yang mendesak Komite Etik FIFA segera mengambil langkah penyelidikan.

“Keindahan olahraga terletak pada aturan yang tidak memihak dan transparan. Ketika Infantino membiarkan tekanan politik menentukan siapa yang boleh bermain, rasa keadilan ini hilang,” demikian pernyataan para anggota Parlemen Uni Eropa.

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Personil Polres Batu Bara Tunjukan Kekompakan Lewat Semarak HUT RI ke-81
Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Torehkan Prestasi Gemilang di Tobasari
Sumut Rally 2026 Resmi Dibuka di Pematangsiantar, Ijeck: Bangga Sumut Kembali Jadi Tuan Rumah
Pemko Cup 2026 Menang 4-1 Atas Disdik,Poldam Juara Turnamen Futsal 
Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Ribuan Masyarakat, Kapolri Nikmati Kuliner UMKM
Hiddink dan Ronald de Boer Dukung Pep Guardiola Tangani Timnas Belanda
Ratusan Warga Meriahkan Jalan Santai Hari Bhayangkara ke-80 yang Digelar Polres Fakfak
Srikandi FC Polres Fakfak Juara Kapolres Kaimana Cup 2026, Borong Tiga Gelar Individu

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Personil Polres Batu Bara Tunjukan Kekompakan Lewat Semarak HUT RI ke-81

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Torehkan Prestasi Gemilang di Tobasari

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Sumut Rally 2026 Resmi Dibuka di Pematangsiantar, Ijeck: Bangga Sumut Kembali Jadi Tuan Rumah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Pemko Cup 2026 Menang 4-1 Atas Disdik,Poldam Juara Turnamen Futsal 

Senin, 20 Juli 2026 - 23:48 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Ribuan Masyarakat, Kapolri Nikmati Kuliner UMKM

Berita Terbaru

Budaya

Warga Cirendeu dan Rempoa Meriahkan Karnaval HUT RI ke-81

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:46 WIB

You cannot copy content of this page