Kemendikdasmen Revitalisasi 89 Sekolah di Papua Barat dengan Anggaran Rp114 Miliar

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

MANOKWARI — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merevitalisasi 89 satuan pendidikan di Provinsi Papua Barat sepanjang tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp114 miliar.

Program tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah Papua Barat.

“Tahun 2025 kemarin, kami sudah menyelesaikan 100 persen revitalisasi 89 sekolah yang tersebar di wilayah Papua Barat,” ujar Abdul Mu’ti saat memberikan keterangan di Manokwari, Kamis (28/5/2026).

Dari total sekolah penerima program revitalisasi tersebut, sebanyak 31 sekolah berada di Kabupaten Manokwari dengan alokasi anggaran sekitar Rp39,9 miliar. Sementara sisanya tersebar di enam kabupaten lainnya di Papua Barat.

Baca Juga  Ketua Dekranasda Papua Barat Juliana A. Mandacan Sambut Pengukuhan Pengurus Dekranasda Teluk Wondama 2025–2030

Selain itu, Kemendikdasmen saat ini sedang melakukan verifikasi terhadap usulan revitalisasi tahun 2026 yang diajukan oleh 211 satuan pendidikan di Papua Barat. Jumlah tersebut meningkat 137,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan semua usulan dari Papua Barat dapat terjawab. Kita ketahui bersama, bapak presiden sudah menaikkan target revitalisasi tahun 2026 sebanyak 71.744 sekolah,” katanya.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa program revitalisasi bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang layak mulai dari jenjang PAUD, TK, SMP hingga SMA. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar mengajar, tetapi juga rumah bersama bagi peserta didik.

Ia menambahkan, program revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Sebanyak 23 persen dari target revitalisasi nasional tahun 2026 dialokasikan untuk sekolah swasta.

Baca Juga  Bupati Batu Bara dan Wakil Resmikan Sumur Bor Simpado

“Revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Sebanyak 23 persen dari total target revitalisasi tahun 2026 kami alokasikan untuk sekolah swasta,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga menegaskan penerapan sistem penerimaan murid baru melalui empat jalur, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi guna pemerataan jumlah peserta didik di setiap sekolah.

Ia mengingatkan seluruh sekolah negeri agar tidak menerima peserta didik melebihi kuota yang telah ditentukan. Kemendikdasmen, kata dia, akan memberikan sanksi berupa penguncian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi sekolah yang melanggar aturan.

“Kalau jumlah pendaftar sudah penuh, tidak boleh dipaksa diterima. Nanti tidak akan tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kami kunci dapodiknya,” tegas Abdul Mu’ti.

Sementara itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyampaikan apresiasi terhadap program revitalisasi sekolah yang dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah pusat terhadap pelayanan pendidikan, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Baca Juga  Bupati Pegunungan Bintang Studi ke Papua Barat: Siapkan Regulasi Pembangunan Berkelanjutan dan Perlindungan Adat

Menurut Hermus, program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga memacu semangat belajar siswa dan tenaga pendidik.

“Wajah sekolah-sekolah semakin bagus dengan adanya program revitalisasi dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Hermus juga mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran sekitar Rp200 miliar membuat pemerintah daerah mengalami keterbatasan dalam menjalankan sejumlah program pelayanan sosial, termasuk sektor pendidikan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Manokwari masih membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat guna mewujudkan pembangunan pendidikan yang bermutu, berkualitas, dan inklusif di seluruh wilayah Manokwari.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program revitalisasi satuan pendidikan,” ucap Hermus.

 

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Enam Fraksi DPRD Batu Bara Sampaikan Pandangan Umum atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjung Balai Terima Audiensi PB IKA UMA 
Bupati Baharuddin Beri Semangat Kafilah Batu Bara yang Lolos Final MTQ ke-40 Tingkat Sumut
Wabup Syafrizal Sampaikan Nota Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
Bupati Batu Bara Ajak Masyarakat Rawat Demokrasi Melalui Dialog dan Partisipasi Aktif
Dampingi Wapres Gibran, Ribka Haluk Tinjau Pengembangan Kakao Berbasis Dana Otsus di Papua Barat
Pastikan Stok BBM Aman dan Kondusif, Polres Tanjung Balai Perketat Pengamanan di SPBU
DPRD Batu Bara Gelar Reses Tahap II di Desa Sumber Makmur, Dorong Lahan Pintu Tol Jadi Sentra UMKM

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:14 WIB

Enam Fraksi DPRD Batu Bara Sampaikan Pandangan Umum atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59 WIB

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjung Balai Terima Audiensi PB IKA UMA 

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:06 WIB

Bupati Baharuddin Beri Semangat Kafilah Batu Bara yang Lolos Final MTQ ke-40 Tingkat Sumut

Senin, 22 Juni 2026 - 19:31 WIB

Wabup Syafrizal Sampaikan Nota Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:43 WIB

Bupati Batu Bara Ajak Masyarakat Rawat Demokrasi Melalui Dialog dan Partisipasi Aktif

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page