MANOKWARI, Pertemuan Gubernur se-Tanah Papua yang berlangsung pada 12–13 Februari 2026 di Swiss-Belhotel Manokwari resmi ditutup oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Kamis (13/2/2026).
Forum tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman strategis terkait kolaborasi percepatan pembangunan berkelanjutan di enam provinsi di wilayah Papua.
Pertemuan ini dihadiri para gubernur dan wakil gubernur se-Tanah Papua, bersama narasumber, akademisi, serta praktisi pembangunan.
Forum tersebut digelar sebagai wadah koordinasi dan sinkronisasi kebijakan antarprovinsi dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Dominggus menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan yang dinilai berlangsung konstruktif dan penuh makna.
“Pertemuan ini telah memberikan ruang dialog yang konstruktif dan menghasilkan berbagai kesepahaman penting bagi masa depan pembangunan Tanah Papua,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta membahas sejumlah isu strategis, di antaranya integrasi komitmen pembangunan berkelanjutan ke dalam dokumen perencanaan daerah, perlindungan hutan, penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, penerapan solusi berbasis alam, serta penguatan kebijakan pembangunan rendah karbon.
Menurut Dominggus, hasil pembahasan tersebut menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata yang harus diwujudkan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan di Tanah Papua.
Ia juga mengapresiasi komitmen para kepala daerah yang hadir dalam forum tersebut. Semangat kolaborasi yang diusung melalui konsep “Satu Papua, Enam Provinsi, Enam untuk Satu” diharapkan dapat terus diperkuat melalui koordinasi dan sinergi kebijakan yang lebih konkret di tingkat daerah.
“Hasil pertemuan ini diharapkan menjadi landasan dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan di masing-masing provinsi yang saling melengkapi dan memperkuat,” katanya.
Dominggus menegaskan bahwa pertemuan ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari kerja sama berkelanjutan antarprovinsi di Tanah Papua. Ia berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan melalui forum-forum teknis maupun strategis ke depan.
Pembangunan yang didorong, lanjutnya, harus mengedepankan keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.
Menutup kegiatan, Dominggus menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber, panitia, dan peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pertemuan tersebut.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K





















