Kadis Dispora Papua Barat Tegas: Atlet yang Sebut Nama Dominggus Mandacan di Media Diminta Klarifikasi dan Minta Maaf

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TEMPO TIMUR, MANOKWARI —
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Papua Barat, Djoni Saiba, SH, MAP, menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang menyebut nama Dominggus Mandacan dalam polemik bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, tanpa dasar yang jelas.

Hal itu disampaikan Djoni Saiba saat dikonfirmasi TempoTimur.com, Selasa malam (10/2/2026), sekitar pukul 21.23 WIT, melalui pesan WhatsApp, menanggapi komentar di media sosial yang mengatasnamakan salah satu cabang olahraga, khususnya MPC/UMPT.

Menurut Djoni, dirinya telah mencermati pernyataan yang beredar di media dan sangat menyayangkan adanya penyebutan nama Dominggus Mandacan, yang tidak hanya menjabat sebagai Gubernur Papua Barat, tetapi juga merupakan Kepala Suku Besar Arfak dalam konteks adat.

“Kalau mau menyampaikan aspirasi, silakan. Tapi jangan sembarangan mencetus nama Dominggus Mandacan. Itu bukan hanya soal jabatan gubernur, tetapi juga menyangkut martabat kepala suku dalam hukum adat,” tegas Djoni.

Baca Juga  Pemkab Murung Raya Apresiasi Tingginya Antusias Peserta Turnamen Bola voli

Djoni menjelaskan bahwa persoalan bonus PON Papua, khususnya bagi atlet MPC (atlet disabilitas), merupakan kewenangan KONI pada masa itu, saat dirinya belum menjabat sebagai Kepala Dinas Dispora.

Namun demikian, setelah menjabat, ia mengaku telah berupaya melakukan mediasi dan penelusuran data terkait atlet dan pelatih yang belum menerima pembayaran.

Ia menyebutkan, sebagian besar atlet telah menerima bonus, sementara terdapat beberapa pelatih yang belum terakomodir karena kendala administrasi dan data.
“Kami sudah panggil bidang terkait, cek data, dan berupaya mendorong melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Saya tidak tinggal diam,” ujarnya.

Djoni meminta atlet atau pihak mana pun yang merasa dirugikan agar datang langsung menemui Kepala Dinas, bukan melontarkan pernyataan di media sosial yang dapat memicu polemik dan konflik adat.

Baca Juga  Chief de Mission Sulteng Bangga Atletnya Terus Tambah Medali

Ia bahkan menegaskan, bila tidak ada itikad baik untuk klarifikasi, pihaknya siap menempuh langkah hukum.

“Kalau tidak datang menghadap, saya sebagai Kepala Dinas dan juga anak adat akan buat laporan polisi (LP). Yang bersangkutan wajib klarifikasi dan meminta maaf kepada Bapak Dominggus Mandacan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Djoni mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Papua Barat telah merespons persoalan bonus PON. Gubernur Papua Barat, kata dia, telah memberikan jawaban resmi, dan dana bonus atlet sedang dalam proses verifikasi oleh Inspektorat.

Total anggaran sekitar Rp13 miliar lebih disiapkan khusus untuk atlet PON Papua, di mana sekitar 40 persen telah dibayarkan, dan sisa 60 persen akan disalurkan setelah proses verifikasi selesai. Sementara untuk pelatih dan ofisial, akan diusulkan kembali sesuai kemampuan keuangan daerah.

Baca Juga  Pertandingan Arema FC VS Persebaya Chaos, 127 Orang Meninggal Dunia

“Saya minta semua pihak bersabar. Jiwa olahraga itu harus dijunjung. Jangan langsung bawa ke media sosial, apalagi menyerang nama orang,” kata Djoni.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagai sesama anak Papua, persoalan seperti ini seharusnya diselesaikan secara musyawarah dan mediasi, bukan dengan pernyataan yang berpotensi mencederai persatuan dan nilai adat.

“Kami siap memfasilitasi pertemuan dan klarifikasi secara adat. Ini menyangkut nama besar dan kehormatan suku,” pungkasnya.

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Di Usia 35, Wijnaldum Belum Selesai: Memburu Mimpi Terakhir ke Piala Dunia
KONI Pusat Ambil Alih Lewat Caretaker, Lambannya Daerah Picu Terbitnya SK Nomor 49
Belanda Lolos Piala Dunia 2026! Koeman Percaya Diri, Van Dijk Jadi Kunci Kejutan Oranje
Persipura Bangkit di Momen Krusial, Konsistensi Jadi Penentu Promosi
Kapolda & Ketua Bhayangkari Kalteng Ikuti Kemala Run 2026 di Bali, Dukung Campaign Charity for Indonesia
Kadispora Medan Lepas Smartfren Fun Run 2026
Dojo Polres Batu Bara Raih 2 Emas dan 2 Perak di Kejuaraan Karate se-Sumut
FIFA Tetapkan 52 Wasit Utama untuk Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 08:54 WIB

Di Usia 35, Wijnaldum Belum Selesai: Memburu Mimpi Terakhir ke Piala Dunia

Sabtu, 25 April 2026 - 11:41 WIB

KONI Pusat Ambil Alih Lewat Caretaker, Lambannya Daerah Picu Terbitnya SK Nomor 49

Jumat, 24 April 2026 - 17:56 WIB

Belanda Lolos Piala Dunia 2026! Koeman Percaya Diri, Van Dijk Jadi Kunci Kejutan Oranje

Selasa, 21 April 2026 - 19:50 WIB

Persipura Bangkit di Momen Krusial, Konsistensi Jadi Penentu Promosi

Senin, 20 April 2026 - 11:31 WIB

Kapolda & Ketua Bhayangkari Kalteng Ikuti Kemala Run 2026 di Bali, Dukung Campaign Charity for Indonesia

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page