Kader PSI Mabar Menilai, Charles Ang Tidak Cocok Jadi Ketua Partai Karena Tidak Mampu Pimpin Rapat

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Labuan Bajo NTT — TempoTimur.com Konflik internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Manggarai Barat memasuki babak baru. Sejumlah kader menuding Ketua DPD PSI Manggarai Barat, Charles Angliwarman, telah melakukan tindakan sepihak dengan mencabut nama pengurus dari struktur resmi partai tanpa melalui mekanisme organisasi.

Kisruh ini mencuat saat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Manggarai Barat melakukan kunjungan koordinasi ke kantor DPD PSI pada Senin, 1 Desember 2025.

Dalam pertemuan itu, Charles memperkenalkan susunan pengurus baru yang berbeda dari struktur yang sebelumnya telah ditetapkan dan disahkan internal partai.

Para kader mengaku terkejut. Sebagian nama yang sebelumnya tercatat sebagai pengurus hilang begitu saja tanpa pemberitahuan, evaluasi, atau rapat resmi.

Mereka menyebut langkah Carles bukan hanya maladministrasi, tetapi juga mencederai prinsip demokrasi yang selama ini diklaim sebagai identitas PSI.

“Seharusnya orang seperti Charles Angliwarman paham bahwa PSI berdiri atas dasar transparansi, partisipasi, dan keterbukaan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya,” ujar salah satu kader PSI, Paul Ganur, Rabu malam.

Baca Juga  Helmi Syam Damanik Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Calon Bupati Batu Bara Periode 2024-2029

Menurut Paul, mekanisme pergantian struktur organisasi di PSI memiliki prosedur jelas dan tidak bisa diputuskan secara personal, apalagi emosional. Hal ini menandakan Ketua PSI Manggarai Barat tidak memahami organisasi partai politik.

“Dalam beberapa peristiwa yang telah berlangsung selama ini ketua DPD PSI Mabar ini tidak tahu memimpin rapat saat ada pertemuan partai. Dan di saat para kader memberi masukan tidak diterima. Hal yang menyebabkan keputusan ditingkat partai tidak terencana, terukur dan terstruktur dengan baik.” ungkap Paul

“Dalam struktur PSI, pergantian jabatan, evaluasi kader, hingga rotasi kepengurusan harus melalui mekanisme musyawarah. Tidak bisa didasarkan pada kehendak seseorang, termasuk ketua,” tambahnya.

Paul bahkan menyebut Charles tidak hanya melanggar aturan partai, tetapi juga menabrak nilai budaya lokal Manggarai.

Baca Juga  Sahabat Betor Gercep Ajak Show Powerful Dukungan Akan Kedatangan GANJAR PRANOWO di Medan

“Di Manggarai itu ada prinsip lonto leok — musyawarah mufakat. Tapi Carles bertindak seperti pemilik partai, bukan pengurus organisasi,” katanya.

Nada serupa disampaikan kader lain, Ricky Morgan. Ia menyebut penghapusan nama kader dari struktur tanpa rapat dan evaluasi merupakan tindakan sewenang-wenang.

“Kami baru mengetahui nama kami hilang saat KPUD datang. Tidak ada rapat, tidak ada pemberitahuan. Ini bukan partai keluarga. Ketua tidak bisa merasa punya kuasa mutlak,” kata Ricky.

Selama kepemimpinan Charles, kata dia, komunikasi internal disebut macet. Rapat jarang dilakukan, kegiatan organisasi minim koordinasi, dan sebagian pengurus merasa hanya menjadi penonton.

“Semua diputuskan sendiri. Ada lingkaran kecil yang mengendalikan semuanya. Ini jauh dari semangat PSI yang katanya modern dan transparan,” ujarnya.

Sejumlah kader berencana melayangkan surat resmi kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Nusa Tenggara Timur dan DPP PSI di Jakarta untuk meminta evaluasi sekaligus pembekuan kepemimpinan Charles.

Baca Juga  Masyarakat Desa Danau Usung Siap Memberikan Dukungan Memenangkan Hebat

Jika tidak ada respon, mereka mengancam akan langkah serius, mundur massal dari struktur maupun keanggotaan.

“Kalau praktik politiknya seperti ini, apa bedanya PSI dengan partai lama yang penuh intrik kekuasaan? Kami bergabung karena ingin perubahan, bukan diatur seperti bawahan pribadi,,ini bukan organisasi keluarga atau barang dagang” kata Ricky.

Hingga laporan ini diterbitkan, Carles Angliwarman belum memberikan tanggapan resmi. Ketika dikonfirmasi salah satu jurnalis melalui pesan singkat, Carles memilih mengirimkan video lagu Kegagalan Cinta milik Rhoma Irama ketimbang memberikan klarifikasi.

Kisruh ini muncul ketika PSI tengah berupaya memperkuat konsolidasi di daerah menjelang agenda politik nasional mendatang. Jika konflik internal ini tak segera diatasi, langkah PSI di Manggarai Barat diperkirakan akan limbung sebelum masuk gelanggang politik yang lebih besar.

Penulis : Ricky

Berita Terkait

Nomenklatur Dua Polsek Jajaran Polres Batu Bara Resmi Berubah
PH DPD dan DPC PAN se-Kabupaten Batu Bara Ikuti Halal Bihalal dan Rakernas Bersama DPP Secara Virtual
Samsuri S.Pd.I M.A.Pendiri Sekaligus Ketua Umum Partai Cinta Negeri, Sebagai Calon Presiden RI 2029
Wabup Syafrizal Komitmen Jaga Solidaritas untuk Mewujudkan Masyarakat Batu Bara yang Bahagia
Safari Ramadhan DPD PAN Batu Bara Perkuat Silaturahmi Antar Struktural
HUT ke-18 Gerindra, Wagub Papua Barat Pimpin Bakti Sosial di Panti Asuhan Masni
Banteng Cup Basketball Tournament Digelar di Fakfak, Dorong Sportivitas dan Prestasi Pelajar
Riki Morgan: Kepimpinan Charles Buat PSI Mabar Makin Kerdil

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:11 WIB

Nomenklatur Dua Polsek Jajaran Polres Batu Bara Resmi Berubah

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:00 WIB

PH DPD dan DPC PAN se-Kabupaten Batu Bara Ikuti Halal Bihalal dan Rakernas Bersama DPP Secara Virtual

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:11 WIB

Samsuri S.Pd.I M.A.Pendiri Sekaligus Ketua Umum Partai Cinta Negeri, Sebagai Calon Presiden RI 2029

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:51 WIB

Wabup Syafrizal Komitmen Jaga Solidaritas untuk Mewujudkan Masyarakat Batu Bara yang Bahagia

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:03 WIB

Safari Ramadhan DPD PAN Batu Bara Perkuat Silaturahmi Antar Struktural

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page