Acara BEM Nus Memanas Diributkan Sekelompok Mahasiswa Hingga Memicuh Ricuh

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASAHAN, Tempotimur.com – Suasana pembukaan kegiatan Konsolidasi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nus) yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Asahan memanas, diduga diributkan sekelompok Mahasiswa hingga mendadak muncul kericuhan. Jumat (24/10/2025).

‎Acara yang awalnya berjalan khidmat itu harus terhenti sementara setelah sekelompok mahasiswa datang melakukan aksi penolakan dan membubarkan kegiatan di hadapan tamu undangan, termasuk Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, dan unsur Forkopimda lainnya.

‎Aksi yang dianggap tidak beretika itu menuai sorotan dari banyak pihak, terutama dari para alumni BEM Nusantara. Mereka menilai tindakan membubarkan acara resmi organisasi mahasiswa nasional seperti BEM Nus bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mencoreng citra mahasiswa sebagai kalangan intelektual yang seharusnya mengedepankan etika dan dialog.

‎Salah satu alumni BEM Nus, Dian Novita Marwa, yang pernah menjabat Koordinator BEM Nus Sumatera Utara sekaligus Korda BEM Nus Asahan periode 2006–2008, menyebut tindakan kelompok mahasiswa tersebut mencederai nilai-nilai akademik.

Baca Juga  Ketua Komisi II DPRD Apresiasi dan Dukung Pasar Ramadhan di Halaman Depan Masjid Agung

‎Menurutnya, konsolidasi BEM Nus adalah kegiatan resmi organisasi mahasiswa yang bertujuan memperkuat koordinasi antar-BEM se-Indonesia dan membahas isu-isu kebangsaan.

‎“Konsolidasi ini bagian dari program kerja resmi yang digagas BEM-BEM tergabung dalam BEM Nusantara. Asahan kali ini menjadi tuan rumah kegiatan, dan tidak semestinya ada pihak luar yang datang hanya untuk mengganggu jalannya acara,” ujarnya.

‎Dian menjelaskan, tidak semua BEM di Indonesia tergabung dalam BEM Nusantara, karena ada juga wadah lain seperti BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Perbedaan wadah dan aliansi, kata dia, seharusnya tidak dijadikan alasan untuk mengintervensi kegiatan kelompok lain.

‎“Kalau ada pandangan berbeda, sampaikan dalam forum akademik, bukan dengan cara-cara provokatif. Mahasiswa seharusnya jadi contoh dalam menyelesaikan perbedaan dengan cara bermartabat,” tambahnya.

Baca Juga  Pengendara Sepeda Motor Yamaha Vega di Asahan Tewas Mengenaskan Dilindas Mobil Truk

‎Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya mempermalukan mahasiswa Asahan, tetapi juga menciptakan preseden buruk bagi dunia kampus. Apalagi, sebelumnya panitia sudah melakukan komunikasi dengan beberapa pihak yang menolak kegiatan tersebut dan menjelaskan bahwa acara ini bersifat terbuka serta difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.

‎Namun, meski telah diberikan penjelasan, kelompok mahasiswa itu tetap bersikeras agar acara dibatalkan dan akhirnya memaksa masuk ke area kegiatan. Aksi itu menyebabkan suasana sempat tegang, meski panitia dan aparat keamanan berhasil menenangkan keadaan hingga acara dapat dilanjutkan kembali.

‎Para alumni menilai, sikap seperti itu jauh dari semangat intelektualitas dan keadaban mahasiswa. Dunia kampus, kata mereka, seharusnya menjadi ruang bagi adu ide dan gagasan, bukan tempat untuk saling menjatuhkan.

Baca Juga  Semarak Gebyar HUT RI Ke 79 di Desa Hessa Air Genting, Wabup Asahan Tabur 50 Kg Ikan

‎“Perbedaan itu wajar, tapi adab dan etika harus tetap dijaga. Jangan sampai tindakan emosional merusak citra mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan,” tegas Dian.

‎Sementara itu, salah satu pihak yang menolak kegiatan tersebut, Patria Sahdan, berpendapat bahwa pelaksanaan konsolidasi BEM Nus di Asahan tidak memiliki urgensi yang jelas.

‎Dirinya menilai kegiatan itu hanya bersifat seremonial dan tidak berdampak langsung terhadap masyarakat.

‎“Menurut saya, acara ini hanya ajang silaturahmi antar-BEM di Sumatera Utara. Pertanyaannya, apa kontribusi konkret kegiatan seperti ini untuk masyarakat Asahan,” katanya.

‎Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kegiatan Konsolidasi BEM Nusantara di Asahan ini menjadi sorotan publik.

‎Banyak pihak berharap insiden tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh mahasiswa agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika, intelektualitas, dan semangat kebersamaan di tengah perbedaan pandangan. (ES)

Penulis : Edy Surya

Editor : Miko

Berita Terkait

Akademisi Nilai Studi Rekolonisasi di Area Operasional AMMAN Tunjukkan Tren Positif bagi Ekosistem Laut
Prabowo Perintahkan “Sikat Habis” Tambang di Kawasan Hutan, Oknum Pembeking Diultimatum: Tak Ada Ampun Tanpa Pandang Bulu
Isu Miring SMA Swasta YPK Menyebar, Publik Minta Cabdisdik Pemprovsu Lakukan Investigatif 
Bebie Ajak Kolaborasi Jaga Budaya dan Lingkungan di Murung Raya
Lapas Labuhan Ruku Gandeng Dinkes Batu Bara Pemeriksaan Kesehatan Gratis 
Muscab PKB, Wabup Murung Raya Gerak Cepat ke Jakarta Bahas Pembentukan Perusda
Kades Desa Masjid Lama Kabupaten Batu Bara Resmi Dilaporkan ke Polisi
Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIX Kecamatan Talawi Jadi Sorotan Sejumlah Tokoh Publik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:45 WIB

Akademisi Nilai Studi Rekolonisasi di Area Operasional AMMAN Tunjukkan Tren Positif bagi Ekosistem Laut

Sabtu, 18 April 2026 - 11:34 WIB

Prabowo Perintahkan “Sikat Habis” Tambang di Kawasan Hutan, Oknum Pembeking Diultimatum: Tak Ada Ampun Tanpa Pandang Bulu

Sabtu, 18 April 2026 - 00:18 WIB

Isu Miring SMA Swasta YPK Menyebar, Publik Minta Cabdisdik Pemprovsu Lakukan Investigatif 

Jumat, 17 April 2026 - 20:00 WIB

Bebie Ajak Kolaborasi Jaga Budaya dan Lingkungan di Murung Raya

Jumat, 17 April 2026 - 08:57 WIB

Lapas Labuhan Ruku Gandeng Dinkes Batu Bara Pemeriksaan Kesehatan Gratis 

Berita Terbaru

Opini

Pemekaran Aslab Seriuskah Agar Tak Salah Arah

Minggu, 19 Apr 2026 - 09:23 WIB

Opini

Dimana Logisnya Provinsi Sumatera Pantai Timur Itu?

Minggu, 19 Apr 2026 - 09:19 WIB

You cannot copy content of this page