Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat memastikan bahwa sebanyak 2.002 tenaga honorer formasi tahun 2021 telah resmi ditetapkan dan siap diproses ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).ujar Gubernur Papua Barat Drs.Dominggus Mandacan,MS.i saat dikonfirmasi Jurnalis Tempo.Timur.com melalui Via Whatsapp Senin siang (15/9/2025),WIT.
Pejabat Pemprov Papua Barat menegaskan bahwa seluruh berkas sudah ditandatangani dan bersifat final, tanpa ada perubahan ataupun pergeseran. “Kemarin siang saya sudah tanda tangan. Artinya sudah final, tidak ada lagi perubahan. Hari ini dokumen tersebut kami serahkan ke BKN melalui Kantor Regional XIV,” ujarnya.
Namun, proses input data melalui aplikasi SIPEDA BKN mengalami kendala teknis karena sistem terganggu. Hingga saat ini, 52 persen data sudah berhasil diinput, sementara sisanya akan dimasukkan setelah sistem kembali normal.
Selain 2.002 formasi yang sudah final, pemerintah juga sedang memperjuangkan penambahan kuota bagi tenaga honorer lain yang belum masuk daftar. “Saya sudah bertemu dengan Wakil Menteri PANRB dan melaporkan usulan tambahan. Kami tinggal menunggu informasi resmi dari Ibu Wamen terkait persetujuan penambahan tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses ini membutuhkan kesabaran dan dukungan doa dari seluruh honorer. “Kita berdoa dan bekerja. Pasti Tuhan mendengar, dan sisa formasi lainnya juga akan diperjuangkan agar bisa diterima,” katanya.
Dengan kepastian ini, ribuan honorer formasi 2021 di Papua Barat akhirnya bisa bernapas lega setelah menanti kepastian status kepegawaian mereka.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K














