Labuan Bajo — Ratusan massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Manggarai Barat Selasa 2 September 2025 di Labuan Bajo.
Koordinator aksi unjuk rasa, Sergius Tri Deddy dalam orasinya menuding dengan sangat keras: “Wakil rakyat sudah terlalu lama menipu masyarakat”. Deddy melanjutkan dengan nada lantang “DPRD ini bukan lagi rumah rakyat, tapi kandang mafia anggaran”.
“Janji soal sempadan pantai? Bohong! Jangan tipu rakyat, negara ini tidak bisa di bangun di atas kebohongan, ingat! Kami tidak butuh wakil rakyat yang malas, kami butuh pemimpin yang pakai hati, bukan hanya logika”.Teriak deddy dengan nada kesal
Berbagai macam spanduk pun tak luput dari pantauan media yang bertuliskan berbagai macam kekecewaan masyarakat di depan kantor DPRD Manggarai Barat.
Disampaikan Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD), isunya bukan saja DPRD malas kerja, tetapi juga pelanggaran konservasi Pulau Padar, kenaikan NJOP, pelanggaran sempadan pantai, dugaan korupsi dana pertiwi, dugaan korupsi jalan Golo Mori senilai 85 Milyar, Dana Nakes. Nama Setya Novanto dan Tomi Winata disebut terang-terangan menguasai ratusan hektare lahan. Rencana pembangunan 600 unit vila di Pulau Padar dianggap sebagai bencana besar bagi rakyat Manggarai Barat. DPRD Manggarai Barat Ditelanjangi, Rakyat Berteriak Stop Tipu-Tipu! “Pulau Padar itu zona merah konservasi! UNESCO sudah tegaskan, wilayah Taman Nasional Komodo wajib dijaga. Kalau pemerintah masih memberi izin, artinya mereka lebih berpihak pada investor ketimbang rakyat sendiri,”.
Dalam aksi ini juga Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) di saat yang sama melakukan aksi solidaritas atas meninggalnya driver ojol afan kurniawan yang meninggal pada saat aksi demontrasi 28 Agustus 2025 di jakarta.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Benediktus Nurdin menyampaikan terimakasih dan menyebut aksi itu “indah dan damai”, serta berjanji akan mengoordinasikan aspirasi ke tingkat provinsi dan pusat. “Kami berterima kasih atas kritik masyarakat”. Aspirasi ini akan kami koordinasikan dengan pemangku kepentingan di provinsi maupun pusat untuk mencari solusi,” ujarnya.
Penulis : Ricky























