TEMPOTIMUR.COM, TELUK BINTUNI — Sebanyak 1.040 peserta dari Provinsi Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan mengikuti kegiatan Youth Camp Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan pembinaan rohani bagi generasi muda GPdI tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan panitia pelaksana yang terlibat dalam penyelenggaraannya.
pendeta GPdI Jemaat Bukit Zion distrik sumuri yang ditemui wartawan di lokasi kegiatan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Youth Camp yang berjalan lancar dan dihadiri peserta dari tiga provinsi di Tanah Papua.
“Kami bersyukur kepada Tuhan karena acara besar ini dapat berlangsung dengan baik. Youth Camp ini dihadiri oleh peserta GPdI dari Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan yang datang untuk bersama-sama mengikuti pembinaan rohani di Teluk Bintuni,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari kerja keras panitia dan dukungan pemerintah daerah yang turut membantu memenuhi kebutuhan selama kegiatan berlangsung.
“Kami bersyukur karena Tuhan menggerakkan banyak pihak untuk membantu dan mendukung kegiatan ini. Pemerintah juga tidak tinggal diam dalam memberikan bantuan sehingga seluruh kebutuhan panitia dapat terpenuhi,” katanya.
Ia menjelaskan, total dukungan anggaran yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan Youth Camp tersebut mencapai sekitar Rp1 miliar.
Selain menjadi ajang persekutuan dan pembinaan rohani, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda agar memiliki kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Firman Tuhan di tengah berbagai tantangan zaman.
“Kami berharap melalui kegiatan ini pola pikir, cara bergaul, dan karakter anak-anak muda dapat dibentuk menjadi lebih baik. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, generasi muda perlu dibekali dengan nilai-nilai Firman Tuhan agar mereka memiliki kehidupan yang takut akan Tuhan,” ungkapnya.
Ia berharap para peserta dapat menjadi berkat setelah kembali ke daerah masing-masing, baik di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, keluarga, maupun jemaat tempat mereka beribadah.
“Kami ingin mereka pulang membawa dampak positif bagi teman-teman mereka di SMP, SMA, perguruan tinggi, lingkungan keluarga, dan gereja. Melalui materi-materi yang diterima selama Youth Camp ini, kami berharap mereka semakin dekat dengan Tuhan, semakin setia, dan hidup dalam takut akan Tuhan,” tuturnya.
Pihak gereja juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang guna menjangkau lebih banyak generasi muda di Tanah Papua dan membentengi mereka dari berbagai pengaruh negatif perkembangan zaman.
“Kondisi zaman saat ini penuh dengan berbagai tantangan dan pengaruh negatif bagi anak-anak muda. Karena itu, kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar generasi muda dapat mengalami perubahan hidup dan bertumbuh di dalam Tuhan,” katanya.
Berdasarkan laporan panitia dan sekretariat kegiatan, jumlah peserta yang terdaftar mencapai 1.040 orang, belum termasuk panitia pelaksana dan para hamba Tuhan yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, jumlah keseluruhan yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 1.050 orang.
Penulis : Amatus





















