Tangerang Selatan – Di tengah maraknya aksi demonstrasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah, warga Tangerang Selatan kembali diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban kota. Seruan tersebut dituangkan dalam sebuah poster bertajuk “Tangerang Selatan Memanggil” yang kini beredar luas di kalangan masyarakat.
Imbauan itu menekankan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak seluruh warga negara, namun harus dilakukan dengan cara-cara yang damai dan tertib. Dalam poster tersebut tertulis pesan, “Silakan demo, silakan menyampaikan aspirasi, tapi jangan sekali-kali merusak Kota Tangerang Selatan dengan cara provokatif dan anarkis. Tangerang Selatan rumah kita bersama.”
Seruan ini muncul menyusul meningkatnya tensi politik dan sosial yang terlihat dalam demonstrasi belakangan ini, di mana aksi penyampaian pendapat kerap berujung ricuh hingga merusak fasilitas umum di sejumlah daerah. Pemerintah dan masyarakat Tangsel tidak ingin hal serupa terjadi di wilayah mereka.
Selain menekankan pentingnya menjaga fasilitas umum dan pusat pemerintahan, ajakan tersebut juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap provokasi yang dapat memicu kerusuhan. Warga Tangsel diminta aktif melakukan ronda, menjaga lingkungan, serta memperkuat solidaritas dalam menjaga ketertiban bersama.
“Warga Tangsel ronda, jaga Tangsel,” bunyi seruan dalam poster tersebut. Pesan itu menegaskan bahwa menjaga keamanan kota bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Konteks ajakan ini semakin relevan setelah beberapa hari terakhir aksi demonstrasi yang menuntut isu-isu nasional berlangsung di berbagai titik di Jakarta dan sekitarnya. Beberapa di antaranya dilaporkan berakhir ricuh, menyebabkan kerusakan fasilitas publik, hingga mengganggu aktivitas warga. Kekhawatiran inilah yang mendorong seruan moral agar Tangerang Selatan tetap aman dan kondusif.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan para peserta aksi di wilayah Tangsel dapat tetap menjaga ketertiban saat menyampaikan aspirasi, sehingga demokrasi berjalan sehat tanpa harus mengorbankan kenyamanan masyarakat dan wajah kota.
Penulis : Dhanu






















