SORONG — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, mendorong penguatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan guna memperluas akses hunian layak sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di Tanah Papua.
Hal tersebut disampaikan Maruarar saat menghadiri kegiatan kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Gedung Lamberth Jitmau, Sorong, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, sektor perumahan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari sektor konstruksi, bahan bangunan hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Perumahan bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang besar.
Dari sektor konstruksi, bahan bangunan hingga UMKM, semua bergerak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KUR Perumahan diharapkan menjadi solusi pembiayaan rumah yang mudah diakses masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat.
Maruarar juga mengapresiasi dukungan Bank Rakyat Indonesia yang telah menyalurkan sekitar Rp7,8 triliun dari total kuota nasional KUR Perumahan sebesar Rp8 triliun.
Sementara itu, realisasi KUR Perumahan di enam provinsi di Tanah Papua tercatat mencapai Rp258,9 miliar.
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan pelaku usaha agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Program KUR Perumahan ditargetkan mampu mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah Papua.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K























