Kontrak Kasih Abadi: Ketika Tuhan Masih Bekerja

- Penulis

Minggu, 22 Juni 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”— Kejadian 12:3

Ini bukan sekadar puisi tua dari zaman kuno. Ini adalah kontrak abadi antara Tuhan dan umat-Nya, sebuah janji yang tidak pernah dibatalkan oleh waktu. Di dunia yang terus berubah, janji Tuhan tetap teguh – dan kasih-Nya terus bekerja bahkan ketika manusia lupa bahwa Ia masih memegang kendali sejarah.

Lihatlah dunia sekarang. Gelap, penuh kebencian, pertikaian, dan ketidakadilan. Banyak yang tidak sadar bahwa mereka sedang memusuhi rencana ilahi, baik secara pribadi, maupun sebagai bangsa. Mereka melangkah tanpa sadar bahwa ada garis api Tuhan yang tak boleh dilanggar.

Baca Juga  Se-ekor Biayawak Hebohkan Warga Labuhan Ruku

“Karena engkau menaruh kebencian yang tak kunjung padam, dan menyerahkan umat-Ku kepada kekerasan… maka Aku akan menyerahkan engkau kepada darah.”
— Yehezkiel 35:5-6

Namun, ini bukan akhir dari cerita. Tuhan belum selesai. Dia masih bekerja. Sama seperti tangan-Nya dulu mengacaukan musuh-musuh Gidyon (Hakim-Hakim 7), begitu juga sekarang, tangan Tuhan bekerja dalam diam—mengatur, mengguncang, mengubahkan.

Rencana Allah tidak pernah gagal. Dan siapapun yang berdiri melawan kasih, keadilan, dan maksud-Nya, sesungguhnya sedang melawan kekuatan yang jauh lebih besar dari apa pun yang bisa dibayangkan manusia.

Tetapi ini bukan kisah tentang hukuman semata. Ini adalah kisah kasih dan panggilan untuk berubah. Tuhan mengundang siapa saja—dari agama apa pun, dari bangsa mana pun—untuk kembali kepada nilai-nilai kebaikan, keadilan, dan kasih yang universal. Karena, melalui umat-Nya, melalui bangsa-bangsa yang mengasihi damai dan kebenaran, semua bangsa di bumi bisa diberkati.

Baca Juga  Kombinasi kata "Inspirasi" dan Angka 5 Sebagai Simbol "5 Menit" yang Bermakna

“Hati raja seperti batang air di tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.”— Amsal 21:1

Tuhan masih bisa mengubah hati siapa pun. Bahkan para pemimpin. Bahkan orang yang paling keras. Yang Ia cari hanyalah hati yang mau dibentuk, umat yang mau berdiri sebagai jembatan kasih di tengah dunia yang terpecah.

Refleksi:

Di dunia yang mudah menghakimi dan cepat membenci, cerpen ini mengajak kita semua—baik yang percaya maupun yang berbeda keyakinan—untuk menjadi alat kasih, bukan alat kebencian. Karena Tuhan bukan hanya milik satu bangsa atau satu agama, tetapi sumber damai bagi semua manusia yang mengasihi kebenaran dan keadilan.

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan
Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 
Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran
Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 
Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara
Salut, Pansus Plasma HGU Perkebunan di Batu Bara Terbentuk 
Raden AF, Mengupas Lagi Jendral AA, Terkenal Keberaniannya Mengeksekusi Anakbuahnya Merusak Bangsa
Pemenang Sejati Tidak Menjual Nuraninya

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:07 WIB

Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:08 WIB

Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:57 WIB

Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran

Senin, 15 Juni 2026 - 10:05 WIB

Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan 

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:13 WIB

Menunggu Jurus Pansus Plasma DPRD Batu Bara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page