Pembongkaran Pagar Laut di Pantai Banten Harus Tuntas Agar Menjadi Pembelajaran Bagi Seluruh Warga Bangsa Indonesia

- Penulis

Minggu, 19 Januari 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Gerak cepat Presiden Prabowo Subianto dengan memerintahkan kepada TNI Angkatan Laut Republik Indonesia patut dipuji dengan turun langsung Brigjen Harry Indarto mengerahkan 600 marinir dari Pasukan Katak bersama rakyat Banten membongkar pagar laut yang angkuh membatasi kebebasan nelayan daan masyarakat lainnya untuk beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan hidup sehari-hari di wilayah pantai Utara Ujung Barat Pulau Jawa ini.

Sejatinya penulis sendiri tidak setuju dengan pembongkaran pagar laut yang dilakukan itu, sebelum duduk persoalannya diungkap tuntas, siapa pelakunya, bagaimana sanksinya, lalu yang harus menanggung semua kerugian finansial termasuk ongkos pembongkaran pagar laut sepanjang 13,6 kilometer yang tidak gampang dan tidak murah biaya pembongkarannya.

Respon cepat TNI Angkatan Laut sudah tepat berdasarkan perintah Presiden sebagai penanggung jawab tertinggi dari keamanan serta
Kenyamanan bagi rakyat yang wajib dilindungi dan diayomi serta dilayani sesuai dengan amanah konstitusi Indonesia. Pernyataan Brigjen Hery Indarto sungguh menentramkan hati bahwa TNI AL bersama rakyat dan sepenuhnya untuk rakyat, tandasnya.Karena itu tak perlu adanya keraguan bagi pejuang demokrasi dan penegakan hukum yang berkeadilan di Indonesia terhadap TNI Angkatan Laut untuk menjadi penjaga utama laut dan pantai di seluruh wilayah republik ini yang sebelumnya diabaikan. Sehingga sebuah negara yang memiliki luas laut dan pantai terbilang luas dan panjang di dunia, Angkatan Lautnya — utama Marinir — tidak memperoleh perlakuan istimewa seperti Marinir di negara lain. Maka itu, pada momentum ini pun saatnya memposisikan Marinir Indonesia sebagai garda terdepan yang canggih dan tangguh untuk mengawasi, mengamankan dan ikut mengelola sumber daya laut dan pantai di Indonesia sehingga dapat lebih banyak memberi manfaat bagi rakyat.

Baca Juga  Warga bersama Ibu-ibu Perwiritan minta Wali Kota Medan Aspal Gang Karya Muda Johor

Agaknya, reaksi pembongkaran pagar laut yang cepat direspon oleh pemerintahan Presiden Prabowo ini, meski kuat diduga bagian dari proyek PSN PIK-2 jelas jadi penanda respon dari pemerintah yang pro rakyat, agar kemarahan yang semakin memanas tidak sampai menimbulkan kerugian yang lebih besar dan parah yang juga harus ditanggung oleh rakyat. Katena itu fungsi dan tigas Marinir TNI Angkatan Laut Indonesia jangan lagi dilirik saat suasana genting — semacam pemadam kebakaran — tetapi harus dan patut memperoleh perlakuan dan perhatian khusus untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia dengan segenap potensi yang ada di luat dan disepanjang pantai negeri yang maha luas dan kaya akan potensi lautnya.

Baca Juga  Pontius – Luka Jalan Hidup, Cahaya di Ujung Perjuangan

Harapan besar di hati rakyat adalah, kasus kesemena-menaan pemagaran laut yang juga menggusur lahan pertanian serta tempat tinggal rakyat ini dengan cara memaksakan harga yang sangat murah, harus dikembalikan kepemilikannya kepada rakyat. Sebab cara seperti itu tidak boleh dibiarkan, karena dapat terus menjalar menjadi pola menguasai lahan rakyat berikutnya di tempat lain.

Yang pasti, masalah pemagaran laut dan serentetan proyek yang cukas mengatasnamakan Proyek Strategis Nasional terlait dengan rencana pembangunan Pantai Indah Kapuk 2 ini harus dibuka secara terang benderang, agar bukan hanya masalah kasusnya saja yang perlu kejelasan, tapi juga perlu menjadi pelajaran yang mencerdaskan bagi rakyat. Seperti yang diamanahkan oleh konstitusi kita, UUD 1945.

Baca Juga  Syawal: Ketika Hati Pulang ke Cahaya

Jacob Ereste

Banten, 19 Januari 2025

Berita Terkait

Di Bawah Langit Kasuari: Perjalanan Sunyi Seorang Anak Papua
Bikin Kaget Gorontalo, Istri Ketum FRN Mendadak Jadi Kepsek
Jangan Salah Menilai: Pengenalan Dunia Jurnalis yang Sering Disalahpahami
Agus Flores Kembali Dapat Wejangan Dari Presiden ke-7 RI
Untung Ada Presiden Hebat, Mengetahui Kenapa Kapolri Kurus, Karena ini
Dalam Harmoni Alam, Lahir Kedewasaan Manusia
Pasar Remu Punya Cerita: Bersama “Bakit Air Surga”
Selamat Datang Gadis Papua Barat di Kota Sorong Papua Barat Daya

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:26 WIB

Di Bawah Langit Kasuari: Perjalanan Sunyi Seorang Anak Papua

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

Bikin Kaget Gorontalo, Istri Ketum FRN Mendadak Jadi Kepsek

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:29 WIB

Jangan Salah Menilai: Pengenalan Dunia Jurnalis yang Sering Disalahpahami

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:59 WIB

Agus Flores Kembali Dapat Wejangan Dari Presiden ke-7 RI

Kamis, 30 April 2026 - 12:44 WIB

Untung Ada Presiden Hebat, Mengetahui Kenapa Kapolri Kurus, Karena ini

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page