Mario Richard menguasai panggung debat pertama pada pilkada Manggarai Barat 2024-2029

- Penulis

Kamis, 17 Oktober 2024 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Labuan Bajo — Calon bupati Manggarai Barat Mario Pranda mengahadirkan efek kejut dalam debat perdana pilkada Mabar yang digelar di Aula Arnoldus Jannssen Hall Labuan Bajo pada Rabu (16/10/2024) petang.

Dalam debat perdana pilkada Mabar yang digelar KPUD Manggarai Barat tersebut, pantauan media tempotimur.com calon Bupati Mario Pranda bertanya soal Penyusunan rencana pembangunan Nasional berbasis THIS kepada paslon Edi-Weng.

Putra dari Bupati pertama Manggarai Barat Fidelis Pranda itu bahkan menyinggung juga bahwa THIS ini sudah diproklamirkan oleh pasangan Edi-Weng pada debat pilakada 2020 silam.

“Pemerintah pusat melalui BAPENAS itu berorientasi pada optimalisasi potensi Nasional dan daerah dengan menggunakan empat pendekatan yaitu Top down, buttom up, partisipatif, koordinatif, pendekatan politik dan pendekatan komparatif. Pemerintah pusat mengharuskan pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan harus berbasis THIS.

Pendekatan ini menentukan pemerintah Daerah untuk merancang dalam pembangunan daerah agar lebih terarah komprehensif dan keberlanjutan. Pertanyaan, bagaimana anda melakukan pendekatan THIS dalam merencanakan pembangunan pariwisata kabupaten Manggarai Barat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi?” tanya Mario Pranda.

Baca Juga  Era Baharuddin–Syafrizal, Bilal Mayat Penggali Kubur Akan Terima Bantuan Honor Setiap Bulan

Menjawab pertanyaan Mario Pranda, calon bupati Edi Endi langsung menyinggung moderator yang dan menyebut rupanya tidak konsisten.

“Tadi disampaikan bahwa kalau ada singkatan mesti harus dijelaskan, disampaikan,” kata Edi Endi.

Merespons jawaban Edi Endi, Mario Pranda langsung menyinggung Edi Endi yang merupakan calon petahana dalam pilkada Mabar saat ini.

“Baik saya kira karena O2 petahana, istilah THIS ini ada dari Bapenas. Kalau memang belum tahu THIS ini, jadi itu Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS),” terang Mario Pranda.

Edi Endi kemudian memberikan tanggapannya, Politisi NasDem itu mengatakan orientasi pembangunan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Maka, yang harus ditempatkan pada tempat yang pertama adalah bagaimana hal menjadi perioritas Untuk mencapai tujuan agar lebih maju dan rakyatnya sejahtera. Yang kedua, bedah namanya soal. Apa Masalahnya? Jangan sampai yang namanya kegiatan itu mubazir tanpa mengenal apa income, outcome, benefit dari sebuah kegiatan. Setelah dilakukan pemetaan masalah lalu bagaimana dampaknya baru kita mengalokasikan anggaran. Terus yang ketiga, dalam menempatkan perencanaan harus memperhatikan bagaimana caranya keberpihakan terhadap yng namanya masyarakat kecil, terus disabilitas, terus kaum perempuan,” ungkap Edi Endi.

Baca Juga  Dukungan Terhadap Haji Ikhwan Lubis Ke DPR RI, Semakin Meluas

Sementata calon wakil bupati dokter Yulianus Weng menambahkan, soal pentingnya membuat perencanaan.

“Apa yang telah kita sampaikan dapat bermanfaat dan terealisasi maka tentu siklus perencanaan harus kita buat. Tentu yang pertama harus sesuai dengan scedule atau aturan yang telah dibuat oleh kementerian atau peraturan yang berlaku. Scedule ini harus di tepati, kapan kita mulai perencanaan, kapan kita usulkan ke Propinsi , atau pusat kapan kita usulkan dengan lembaga DPRD,” ungkap Weng.

Menyanggah jawaban dari paslon nomor urut 2 tersebut, calon bupati Mario Pranda menyinggung sebenarnya THIS ini sudah diproklamirkan oleh pasangan 02 sejak debat pilkada pada 2020 silam.

“Bagaimana waktu itu Kaka Edi ini memaparkan pembangunan berdasarkan zona-zona. Waktu itu Ibu Mia juga menjadi salah satu (kandidat). Jadi tadi saya mencari-cari jawabnya, ini terbukti jawaban dari pihak 02 itu tidak menjawab pernyataan ini dan akhirnya ketimpangan dan pemerataan pembangunan itu terjadi,” ungkap Mario Pranda.

Baca Juga  Kunjungi Kampung Kelahiran Hj. Nurjanah Caleg DPRD Sumut Bawa 100 Sak Beras

Menurut Mario Pranda, THIS ini merupakan Roadmap atau peta jalan bagi pemerintah atau Bapenas ke pemerintah daerah agar tidak terjadi ketimpangan-ketimpangan pembangunan yang ada di setiap kabupaten atau kota yang ada di masing-masing daerah.

Debat yang dimoderatori oleh Desy Natalia dari RRI ini mengusung tema “Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pembangunan Pariwisata Terintegrasi”.

KPUD Manggarai Barat

Berita Terkait

Ketua Bapilu Koalisi DOA: Kritik Pemerintah Sah, Namun Wacana Pergantian Kepala Daerah Perlu Disikapi Bijak
Mahardhika Soekarno: Jangan Biarkan Segelintir Oknum Mencederai Marwah Gerakan Mahasiswa
Kunjungi Relawan di Tanjung Tiram, Anggota DPRD Sumut Fraksi PAN Sosialisasikan Ideologi Pancasila dan Salurkan Bantuan Pendidikan
Chairul Bariah Lanjut Nakhodai PAN Kabupaten Batu Bara Hingga 2029
DPD PAN Batu Bara Gelar Muscab, 12 Pengurus Kecamatan Periode 2024-2029 Resmi Terpilih 
Nomenklatur Dua Polsek Jajaran Polres Batu Bara Resmi Berubah
PH DPD dan DPC PAN se-Kabupaten Batu Bara Ikuti Halal Bihalal dan Rakernas Bersama DPP Secara Virtual
Samsuri S.Pd.I M.A.Pendiri Sekaligus Ketua Umum Partai Cinta Negeri, Sebagai Calon Presiden RI 2029

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Ketua Bapilu Koalisi DOA: Kritik Pemerintah Sah, Namun Wacana Pergantian Kepala Daerah Perlu Disikapi Bijak

Senin, 29 Juni 2026 - 09:06 WIB

Mahardhika Soekarno: Jangan Biarkan Segelintir Oknum Mencederai Marwah Gerakan Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:30 WIB

Kunjungi Relawan di Tanjung Tiram, Anggota DPRD Sumut Fraksi PAN Sosialisasikan Ideologi Pancasila dan Salurkan Bantuan Pendidikan

Senin, 15 Juni 2026 - 09:52 WIB

Chairul Bariah Lanjut Nakhodai PAN Kabupaten Batu Bara Hingga 2029

Minggu, 26 April 2026 - 16:07 WIB

DPD PAN Batu Bara Gelar Muscab, 12 Pengurus Kecamatan Periode 2024-2029 Resmi Terpilih 

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page