
FAKFAK — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.
Momentum tersebut menjadi ruang untuk meneguhkan kembali sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keamanan, persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan HUT ke-81 TNI berlangsung di Lapangan Upacara Korem 182/Jazira Onim, Kabupaten Fakfak, dengan suasana sederhana, hangat, dan penuh kebersamaan. Peringatan tahun ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., sehingga suasana kekeluargaan semakin terasa.
Upacara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Fakfak, para purnawirawan TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, prajurit TNI dari Kodim 1803/Fakfak dan Korem 182/Jazira Onim, personel TNI Angkatan Laut, Denpom, Persit Kartika Chandra Kirana, serta pegawai negeri sipil (PNS) TNI.
Danrem 182/Jazira Onim Kolonel Inf. Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., bertindak sebagai inspektur upacara. Ia memimpin jalannya upacara yang berlangsung khidmat sebagai bagian dari refleksi atas perjalanan panjang TNI dalam menjalankan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara.
Bagi TNI di Fakfak, peringatan HUT ke-81 tidak hanya berbicara mengenai usia organisasi. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa kekuatan pertahanan negara tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan kepercayaan masyarakat.
Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman, S.Pd., mengatakan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian sekaligus kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Peringatan HUT TNI ke-81 ini menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. TNI tidak dapat dipisahkan dari rakyat. Bersama rakyat, TNI akan terus hadir dan berbuat yang terbaik untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat,” ujar Wahlin.
Menurut dia, hubungan yang baik antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di Kabupaten Fakfak.
Kebersamaan tersebut, kata Wahlin, tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Sinergi harus terus diwujudkan melalui kerja nyata dan kehadiran TNI di tengah masyarakat.
“Kebersamaan dan sinergi yang telah terbangun di Kabupaten Fakfak harus terus kita jaga. Semoga di usia ke-81 ini, TNI semakin profesional, semakin dekat dengan rakyat dan semakin kuat dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Peringatan HUT ke-81 TNI di Fakfak sekaligus memperlihatkan pentingnya hubungan antara institusi pertahanan dan masyarakat. Di wilayah seperti Fakfak, kebersamaan antara aparat, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan warga menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran TNI untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada masyarakat. Profesionalisme prajurit tidak hanya ditunjukkan melalui tugas pertahanan, tetapi juga melalui kemampuan membangun komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat.
Peringatan yang berlangsung bertepatan dengan hari ulang tahun Bupati Fakfak Samaun Dahlan menambah nuansa kekeluargaan dalam kegiatan tersebut. Dua momentum itu bertemu dalam satu ruang kebersamaan antara unsur TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.
Pada akhirnya, HUT ke-81 TNI di Fakfak bukan hanya tentang peringatan bertambahnya usia institusi militer. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI bertumpu pada profesionalisme prajurit sekaligus kedekatan dengan rakyat.
Dari Fakfak, semangat itu kembali ditegaskan: menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan memastikan pengabdian kepada bangsa tetap menjadi bagian utama dari perjalanan TNI bersama rakyat.
Penulis : Amartus Rahakbauw K







