Marak Perburuan Liar, Gubernur Dominggus Mandacan Siapkan Perda dan Perdasus Lindungi Satwa Endemik Papua

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat berencana menyusun peraturan daerah (Perda) dan peraturan daerah khusus (Perdasus) guna memperkuat perlindungan satwa endemik Papua. Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya kasus perburuan liar dan penyelundupan satwa ke luar daerah.

Rencana tersebut disampaikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, di Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Rabu (18/2/2026).

Menurut Dominggus, regulasi tersebut diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku perburuan dan perdagangan ilegal satwa, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang mengancam kelestarian hewan endemik.

“Saya minta kita buat peraturan perundang-undangan, baik dalam bentuk Perda maupun Perdasus, untuk melindungi agar masyarakat tidak berburu hewan endemik Papua,” tegasnya.

Ia menyayangkan masih terjadinya praktik perburuan dan perdagangan ilegal yang mengancam kekayaan hayati Papua.

Dominggus menilai, hilangnya satwa endemik akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab merupakan kerugian besar bagi daerah, baik dari sisi ekologis maupun identitas budaya.

Menurutnya, satwa endemik bukan hanya bagian dari keanekaragaman hayati, tetapi juga identitas dan aset ekologis Papua.

Jika terus diburu atau dibawa keluar daerah untuk dibudidayakan, keberadaannya di habitat asli dapat terancam, bahkan berpotensi diklaim sebagai milik daerah lain.

“Hewan-hewan ini adalah kekayaan Papua. Kalau diburu dan dibawa keluar lalu dibudidayakan di sana, seolah-olah menjadi milik daerah lain, padahal itu asli dari Papua,” ujarnya.

Selain menyiapkan regulasi, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga mengimbau masyarakat untuk tidak memburu satwa dilindungi dan bersama-sama menjaga kelestarian alam Papua demi generasi mendatang.

“Jangan kita tinggalkan air mata untuk anak cucu kita, tetapi kita tinggalkan mata air untuk mereka,” ucap Dominggus.

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Bupati Murung Raya Wisuda Sekolah Lansia Gita Uluh Itah, Belajar Tak Mengenal Usia
Pj Sekda Murung Raya Buka Sosialisasi Perbup PJPK 2026–2030
AKBP Dony Satria Wicaksono Perkuat Sinergi Melalui Silaturrahmi dengan Insan Pers Batu Bara
Bupati Murung Raya Resmi Buka Festival Tira Tangka Balang
Dina Maulidah: Karnaval Budaya Jadi Momentum Lestarikan Identitas dan Persatuan Masyarakat Murung Raya
Ketua DPRD Murung Raya Apresiasi Karnaval Budaya sebagai Wadah Pelestarian Warisan Daerah
Karnaval Budaya Meriahkan HUT Ke-24 Tahun Kabupaten Murung Raya, Libatkan Ribuan Peserta
Ketua DPRD Murung Raya Bacakan Teks UUD 1945 pada Upacara HUT ke-24 Kabupaten

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:32 WIB

Bupati Murung Raya Wisuda Sekolah Lansia Gita Uluh Itah, Belajar Tak Mengenal Usia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:37 WIB

Pj Sekda Murung Raya Buka Sosialisasi Perbup PJPK 2026–2030

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:41 WIB

AKBP Dony Satria Wicaksono Perkuat Sinergi Melalui Silaturrahmi dengan Insan Pers Batu Bara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Bupati Murung Raya Resmi Buka Festival Tira Tangka Balang

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Dina Maulidah: Karnaval Budaya Jadi Momentum Lestarikan Identitas dan Persatuan Masyarakat Murung Raya

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page