Pdt. Alexander Maniani Minta PSN Sawit di Papua Dikaji dengan Libatkan Adat dan Masyarakat

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Papua Barat Daya — Pendeta Alexander Maniani, dari Biro Penginjilan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Alfa Omega, meminta agar Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor perkebunan kelapa sawit di Tanah Papua menjadi bahan pertimbangan bersama seluruh unsur pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pdt. Alexander Maniani saat dikonfirmasi Jurnalis TempoTimur.com, Kamis (5/2/2026), pukul 13.12 WIT.

Menurutnya, pengembangan perkebunan kelapa sawit di Tanah Papua memiliki potensi dampak negatif yang perlu dicermati secara serius, terutama terhadap lingkungan hidup, hak masyarakat adat, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal.

Ia menjelaskan bahwa salah satu dampak yang mengkhawatirkan adalah deforestasi dan kerusakan lingkungan, di mana pembukaan lahan sawit menyebabkan hilangnya hutan tropis Papua yang kaya keanekaragaman hayati serta berfungsi sebagai penyerap karbon dan pengatur sistem hidrologis.

Baca Juga  Ketua DPRD Murung Raya, Ingin Jalan Kecamatan di Tingkatkan Untuk Kelancaran Ekonomi Masyarakat

Selain itu, ekspansi perkebunan sawit juga berpotensi memicu konflik agraria dan pelanggaran hak masyarakat adat, akibat pengabaian hak ulayat dan minimnya pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

Dampak lainnya adalah kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati, termasuk terancamnya habitat satwa endemik Papua seperti burung cendrawasih dan kasuari. Hilangnya tutupan hutan juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon yang dapat memperburuk perubahan iklim.

Pdt. Alexander Maniani menambahkan, ketergantungan ekonomi masyarakat lokal terhadap perusahaan perkebunan sawit berpotensi meningkatkan kerawanan pangan, karena masyarakat kehilangan akses terhadap sumber daya alam yang selama ini menjadi penopang hidup.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai dampak negatif tersebut dapat diminimalkan melalui perencanaan dan pengelolaan yang tepat, transparansi kebijakan, serta partisipasi aktif masyarakat lokal dan pemilik hak ulayat dalam setiap tahapan pembangunan.

Baca Juga  Pdt. Alexander Maniani: Pekabaran Injil Membawa Iman dan Perdamaian bagi Tanah Papua

 

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan dalam Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD
Pemkab Barito Utara Percepat Pembebasan Lahan untuk Pelebaran Jalan di Muara Teweh
Wali Kota Tanjung Balai Bersama Forkopimda Kompak Beri Kejutan Spesial di Hari Bhakti Adhyaksa ke-6
Tim Vega Prime Hotel Vega Sorong Gelar Aksi Bersih-Bersih Rumah Ibadah di GPdI Alfa Omega Klademak 1
Nashya Balqish Efendy Siregar Raih Juara I Desain Poster FLS3N Sumut, Siap Wakili ke Tingkat Nasional
Ketua Fraksi PDIP DPRD Barito Utara Apresiasi Sidak Bupati ke RSUD Muara Teweh
APINDO Papua Barat Gelar RAKERKONPROV I 2026, Perkuat Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah Dorong Investasi
Ketua DPC HNSI Batu Bara Bersama Ketua DPD HNSI Sumut Serahkan Puluhan Proposal Dari Kelompok Nelayan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:31 WIB

Pemkab Barito Utara Percepat Pembebasan Lahan untuk Pelebaran Jalan di Muara Teweh

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:05 WIB

Wali Kota Tanjung Balai Bersama Forkopimda Kompak Beri Kejutan Spesial di Hari Bhakti Adhyaksa ke-6

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:59 WIB

Tim Vega Prime Hotel Vega Sorong Gelar Aksi Bersih-Bersih Rumah Ibadah di GPdI Alfa Omega Klademak 1

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:47 WIB

Nashya Balqish Efendy Siregar Raih Juara I Desain Poster FLS3N Sumut, Siap Wakili ke Tingkat Nasional

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:02 WIB

Ketua Fraksi PDIP DPRD Barito Utara Apresiasi Sidak Bupati ke RSUD Muara Teweh

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page