Batu Bara — Seorang siswa berinisial RL, yang mengaku sebagai pelajar kelas XII di salah satu sekolah swasta Al-Washliyah Tanjung Tiram, diamankan Tim gabungan dari Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Tiram setelah kedapatan membawa narkotika jenis sabu saat terjaring razia pelajar bolos sekolah, Senin (2/2/2026).
RL diamankan dan dibawa ke Mapolsek Labuhan Ruku setelah petugas menemukan satu paket kecil sabu beserta alat isap berupa kaca pirek. Pelajar tersebut diamankan dari belakang rumah warga dusun V desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, sekitar pukul 09.30 WIB.
Razia tersebut merupakan hasil operasi gabungan yang dibentuk oleh SMA Negeri 1 Tanjung Tiram, bekerja sama dengan Polsek Labuhan Ruku, Babinsa Koramil 05/Tanjung Tiram, serta Komite Sekolah. Operasi difokuskan pada pemantauan dan penertiban siswa yang bolos sekolah dan masih mengenakan seragam.
Ketua Komite SMA Negeri 1 Tanjung Tiram, Heri Deriadi, menjelaskan bahwa kegiatan swiping dilakukan usai pelaksanaan upacara bendera hari Senin yang dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Labuhan Ruku sebagai pembina upacara.
“Setelah upacara, tim gabungan melakukan pemantauan terhadap siswa yang diduga bolos pada jam pelajaran. Saat itu, petugas mendapati seorang siswa berseragam sekolah yang mengaku berasal dari Al-Washliyah Tanjung Tiram,” ujarnya.
Menurut Heri, saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan satu bungkus kecil berisi narkotika jenis sabu dan satu kaca pirek berwarna putih. Selanjutnya, yang bersangkutan langsung diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
“Yang tertangkap bukan dari sekolah SMA Negeri Talawi tapi Sekolah lain, karena berkaitan dengan narkoba kami serahkan sepenuhnya ke Polsek Labuhan Ruku untuk proses hukum dan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Tiram, Maulina Siregar, S.Pd., M.Pd, didampingi Kanit Binmas Polsek Labuhan Ruku IPDA Alfian, Babinsa Koramil 05/Tanjung Tiram Sertu Y.A. Putra, Ketua Komite Sekolah, para wakil kepala sekolah, serta guru Bimbingan Konseling (BK).
Terpisah, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Al-Washliyah Tanjung Tiram, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mengaku belum menerima informasi terkait penangkapan siswa tersebut.
“Belum ada kabar dari pihak kepolisian maupun dari orang tua siswa, baik secara lisan maupun tertulis. Jika benar itu murid kami dan terbukti, maka akan dikeluarkan dari sekolah,” ujarnya singkat.
Penulis : Tim/TempoTimur











