
FAKFAK — Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bethesda Fakfak, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Fakfak Utara, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, diingatkan untuk tetap setia melayani Tuhan, tekun berdoa, dan menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan dalam ibadah Minggu yang berlangsung pada 18 Oktober 2026, sekitar pukul 10.16 WIT. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Maria Saramba, yang bertugas melayani di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Dalam ibadah tersebut, pembacaan Alkitab merujuk pada Kitab 1 Raja-raja 1:17 dan 2 Raja-raja 9:8–11. Ayat-ayat tersebut menjadi bagian dari perenungan jemaat untuk memperkuat iman, menjaga kesetiaan kepada Tuhan, serta menjalankan tanggung jawab pelayanan dengan hati yang tulus.
Dalam khotbahnya, Pendeta Maria Saramba mengajak jemaat untuk terus membangun hubungan yang erat dengan Tuhan, menaruh harapan kepada-Nya, dan berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan.
Ia menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan panggilan iman yang harus dijalankan dengan kesungguhan hati, ketekunan dalam doa, dan kesetiaan kepada Tuhan.
Menurut pesan khotbah tersebut, kedekatan dengan Tuhan merupakan bagian penting dalam kehidupan orang percaya.
Karena itu, jemaat diingatkan agar tidak mudah goyah ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan, tetapi tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah.
Selain kesetiaan dalam pelayanan, khotbah tersebut juga menekankan pentingnya tanggung jawab pribadi dalam memperoleh keselamatan. Setiap orang percaya memiliki tanggung jawab untuk merespons panggilan Tuhan melalui iman dan kehidupan yang berkenan kepada-Nya.
Status keluarga, kedudukan dalam gereja, maupun jabatan pelayanan tidak dapat menggantikan tanggung jawab pribadi seseorang di hadapan Tuhan.
Orang tua dan pendeta dapat membimbing serta mengarahkan umat, tetapi setiap orang tetap bertanggung jawab atas respons imannya sendiri kepada Tuhan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jemaat bahwa firman Tuhan tidak cukup hanya didengar, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Penerapannya perlu terlihat dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, hubungan dengan sesama, serta pelaksanaan tugas pelayanan di gereja.
Melalui ibadah Minggu tersebut, jemaat GPdI Bethesda Fakfak diharapkan semakin teguh dalam iman, tekun membangun persekutuan dengan Tuhan, dan setia menjalankan pelayanan. Doa, ketaatan terhadap firman Tuhan, dan kesungguhan hati menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan rohani yang konsisten.
Penulis: Amatus Rahakbauw K.



