Ketum Agus Flores Suarakan Polri Tingkatkan Responsivitas dan Perkuat Independensi Propam

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta —  Tepatnya penghujung tahun 2025 menjelang perayaan malam pergantian tahun menuju 2026, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores menyampaikan sejumlah harapan strategis bagi peningkatan kinerja dan reformasi internal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Ketua Umum PW FRN Counter Polri menegaskan pentingnya penguatan implementasi Program Kapolri, khususnya terkait pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh jajaran Polri dapat menghindari pola pelayanan yang lambat dan terus meningkatkan kecepatan serta ketepatan respons terhadap laporan serta kebutuhan publik.

“Program Kapolri harus benar-benar dijalankan secara konsisten. Jangan sampai masih ada kesan polisi slow respon di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan yang cepat, transparan, dan humanis,” ujarnya, Rabu (31/12/2025) sore.

Baca Juga  Sekretaris Daerah Tanjungbalai Hadiri Peringatan Hari Kebaya Nasional Tahun 2025

Selain itu, Agus Flores juga menyampaikan rencana pengajuan karya tulis dan gagasan akademik yang mendorong penguatan lembaga Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Menurutnya, Propam idealnya ditingkatkan statusnya menjadi sebuah badan yang berdiri sendiri, independen, serta dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol).

“Propam perlu memiliki struktur organisasi yang mandiri dan independen, sehingga pengawasan internal berjalan lebih objektif dan berwibawa. Dengan status badan tersendiri, Propam akan lebih kuat dalam menegakkan disiplin dan kode etik profesi kepolisian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus Flores juga menyoroti sejumlah kasus Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang dinilai perlu dikaji ulang. Ia menilai, dalam beberapa perkara, terdapat indikasi keputusan PTDH yang dipengaruhi unsur non profesional, seperti kepentingan politik, relasi kekerabatan, maupun praktik suap.

Baca Juga  KNPI Papua Barat Desak Presiden RI Percepat Pelantikan Wakil Ketua DPR Papua Barat Fraksi Otsus

“Perlu dilakukan pengujian ulang terhadap sejumlah putusan PTDH. Jangan sampai ada anggota Polri yang diberhentikan bukan murni karena pelanggaran kode etik atau disiplin, tetapi akibat intervensi kepentingan tertentu,” tegasnya.

Sebagai praktisi hukum dan pengacara tata negara, Agus Flores menyatakan kesiapannya untuk menempuh jalur konstitusional dengan mengajukan pengujian ke Mahkamah Konstitusi (MK) apabila diperlukan, demi memastikan prinsip keadilan, kepastian hukum, dan supremasi hukum dapat ditegakkan secara optimal.

Ia berharap, memasuki tahun 2026, Polri semakin profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat, serta mampu memperkuat reformasi institusional demi terwujudnya penegakan hukum yang berkeadilan dan berintegritas.

Di akhir pernyataannya, Ketua Umum PW FRN Counter Polri, Agus Flores turut menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh jajaran Polri, anggota FRN dan masyarakat Indonesia. Ia berharap momentum pergantian tahun menjadi awal baru untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan Polri yang semakin presisi dan dicintai rakyat.

Baca Juga  Kapolri Tegaskan Penindakan Kasus Beras Oplosan, 4 Produsen Besar Naik Penyidikan

Penulis : TempoTimur/FR

Berita Terkait

Wakapolri Minta Anggota Siaga Hadapi Isu Aksi Black September 24 September
Boni Hargens Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
RI-Singapura Resmi Pakai Rupiah dan Dolar Singapura untuk Transaksi
Karhutla di Kalteng Turun Drastis, dari 500 Ribu Jadi 7 Ribu Hektare
Stop Diskriminasi Kerja! Menaker: Usia dan ‘Good Looking’ Bukan Syarat, Laporkan Kalau Ada
BPBD Batu Bara: 3 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang, Bantuan Sembako Disalurkan ke Warga Terdampak
Polisi Imbau Pengendara Tidak Merokok Saat Mengemudi
Kapolri Dianugerahi Sebagai Anggota Tapak Suci Muhamadiyah di Semarang 

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:03 WIB

Wakapolri Minta Anggota Siaga Hadapi Isu Aksi Black September 24 September

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Boni Hargens Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Kamis, 3 September 2026 - 07:39 WIB

RI-Singapura Resmi Pakai Rupiah dan Dolar Singapura untuk Transaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Karhutla di Kalteng Turun Drastis, dari 500 Ribu Jadi 7 Ribu Hektare

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Stop Diskriminasi Kerja! Menaker: Usia dan ‘Good Looking’ Bukan Syarat, Laporkan Kalau Ada

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page