Manokwari — Pesan tentang rasa syukur kepada Tuhan, keteladanan dalam kepemimpinan, tanggung jawab keluarga, solidaritas kemanusiaan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan keamanan daerah disampaikan dalam suasana perayaan Natal dan menjelang Tahun Baru 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Dalam pesan Natal tersebut disampaikan bahwa meskipun banyak anggota keluarga dan masyarakat telah dipanggil Tuhan, umat patut bersyukur karena hingga kini masih diberikan kehidupan, kesehatan, dan umur panjang, serta kekuatan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Selain itu, momentum akhir tahun 2025 dinilai sebagai waktu refleksi sebelum memasuki Tahun Baru 1 Januari 2026, dengan ajakan untuk terus mengandalkan Tuhan melalui doa dan kerja nyata.
Disampaikan pula bahwa tidak semua orang yang terpanggil akan dipilih dan ditetapkan Tuhan untuk memegang jabatan, termasuk jabatan kepemimpinan. Hal ini ditegaskan dengan merujuk pada Kitab Yeremia 1:5, yang menekankan bahwa seorang pemimpin telah dipersiapkan Tuhan bahkan sebelum dilahirkan.
Pesan tersebut mengingatkan bahwa setiap pemimpin harus menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Apa yang dilarang kepada masyarakat harus terlebih dahulu ditaati oleh pemimpin itu sendiri, termasuk dalam menjaga moral, kejujuran, dan perilaku sehari-hari.
Selain kepemimpinan, perhatian besar juga diberikan pada tanggung jawab kepala keluarga, yakni bekerja dengan jujur, membawa hasil kerja ke rumah, serta memperhatikan kesejahteraan istri, anak-anak, dan orang tua.
Dalam konteks perayaan Natal, ditegaskan bahwa Natal bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga keharmonisan keluarga, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan hidup bertanggung jawab.
Pesan tersebut juga menyinggung solidaritas kemanusiaan, dengan ajakan untuk menggalang donasi bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, sebagai wujud kasih dan kepedulian antar sesama.
Selain itu, disampaikan ajakan kuat untuk menjaga kelestarian alam Papua, yang disebut sebagai anugerah Tuhan dengan kekayaan alam yang luar biasa.
Menjaga hutan, laut, dan lingkungan dinilai sebagai tanggung jawab bersama agar generasi mendatang mewarisi kehidupan yang layak, bukan kerusakan dan bencana.
Dalam kaitan tersebut, pemerintah daerah diminta memperhatikan tata kelola hutan, laut, dan tata ruang wilayah, serta mengantisipasi dampak curah hujan tinggi guna mencegah terjadinya bencana alam.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, masyarakat juga diajak bersama Forkopimda untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian, agar Natal berlangsung aman, damai, dan penuh sukacita, serta tahun 2025 dapat ditutup dengan baik dan memasuki 2026 dengan perubahan sikap dan perilaku yang lebih positif.
Pesan ditutup dengan ajakan untuk hidup dalam damai, terutama dalam keluarga.
Jika terjadi perselisihan dalam rumah tangga, diharapkan dapat diselesaikan dengan damai, karena kedamaian keluarga menjadi dasar keteladanan bagi anak-anak dan generasi mendatang.
Penulis : Amatus Rahakbauw






















