Tuhan, Apakah Semua Ini Memang Nasib Beta?

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Catatan Seorang Jurnalis di Ujung Tahun 2025

Tuhan… apakah semua ini memang sudah Beta punya nasib?

Sebagai seorang jurnalis, Beta terbiasa menyusuri lorong-lorong gelap dunia malam—merekam cerita yang jarang orang mau lihat, apalagi percaya. Dunia malam selalu penuh bayang-bayang, tapi malam itu, bayangan yang Beta lihat bukan lagi bagian dari liputan. Itu bayangan Beta sandiri.

Saat Beta berjalan di antara lampu-lampu yang setengah padam, suasana terasa asing. Bukan karena tempat itu belum pernah Beta masuki, tetapi karena hati Beta terasa jauh—seperti Beta sedang melihat hidup Beta dari kejauhan.

Entah bagaimana, malam itu Ko seperti pigi kastingal Beta sandiri.
Ko menjauh perlahan, tanpa suara, meninggalkan Beta dengan langkah yang terasa makin berat. Dan Beta hanya bisa berdiri, bertanya dalam hati:

Baca Juga  Manusia Dihargai Karena Harta?

“Tuhan… kenapa harus begini?”

Di penghujung tahun 2025, ketika semua orang sibuk menutup kalender dengan tawa, Beta justru merasa seperti baru membuka pintu kehilangan. Dunia malam yang biasanya hanya Beta liput, kini seperti mencatat balik kisah Beta—tentang seorang jurnalis yang berjalan sendirian, mencoba memahami takdir yang kadang terlalu sulit untuk diterjemahkan.

Beta tidak tahu apakah ini cobaan atau tanda untuk memulai sesuatu yang baru.
Beta hanya tahu: perjalanan ini belum selesai.

Tuhan, kalau benar semua ini Beta punya nasib… ajar Beta untuk tetap kuat menjalani akhir tahun ini, hingga Beta menemukan cahaya baru di awal yang berikut.

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page