Para Korban Pengerusakan Tiga Unit Rumah Di Lembor Selatan Kembali Mendatangi Polres Mabar, Tuntut Keadilan?

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Manggarai Barat,NTT — Korban pengerusakan tiga unit rumah Lokasi Kampung Wae Togo, Desa Watu Waja, Kecamatan lembor Selatan, kembali mendatangi Polres Manggarai Barat, Jumat, (28/11/2025) pagi.

Polres Manggarai Barat merespon laporan para korban sejak, (17/11/2025). Lanjutan dari laporan tersebut para korban kembali mendatangi Polres Mabar dalam rangka memberikan keterangan tambahan, Jum’at (28/11/205), 12.00 Wita, Nomor: B/254/XI/RES 1.10/2025, Prihal Wawancara Klarifikasi Perkara.

Mirisnya, keluhan para korban sejauh ini penuh dengan emosional, psikis terganggu, mental, dan berdampak pada kondisi kesehatan yang semakin menurun. Kondisi di perparah karena pasca peristiwa, Sabtu (15/11) berlangsung sampai saat ini belum ada pihak manapun membantu memberikan garansi tempat tinggal sementara di kampung wae togo, yang menjadi atensi adalah tidak adanya perhatian dari Pemerintah Desa Watu Waja melalui Kepala Desa juga dari Pemerintah Kecamatan Lembor Selatan.

Akibatnya para korban sementara istrahat di rumah keluarga di Labuan Bajo, dalam rangka menghindari aksi serupa di tempat kejadian dan menghindari indikasi pengancaman dari pihak terduga pelaku.

Puing-puing bangunan hangus terbakar kini menjadi saksi bisu peristiwa yang di alami oleh para korban sebagai “kejadian tragis” dalam hidup mereka. Di tengah situasi tersebut, keluarga korban mendesak aparat Kepolisian untuk segera mengusut tuntas para pelaku, memastikan tidak ada satu pun yang lolos dari jeratan hukum.

Baca Juga  TNI dan Ojol Geruduk Mako Brimob, Tuntut Keadilan atas Kematian Driver Ojol

Ignasius Ransung, salah satu korban menyampaikan keluhannya kepada media di Polres Manggarai Barat, “Saya ini dalam keadaan sakit pak, kasihan kami para korban ini, apakah kami akan terus menerus seperti ini keadaannya”. mau pulang ke rumah di wae Togo juga takut, apa yang kami harapkan sekarang dengan kondisi yang ada, semua aset lenyap, anak istri terlantar, bahkan sementara mereka tinggal di gubuk kebun”. Jelas Ignasius Ransung dengan nada gemetar

Pius Hadun (71), petani lansia yang rumahnya rata dengan tanah, menjadi orang pertama yang melapor ke Polres Manggarai Barat. Ia mendaftarkan laporan dengan nomor LP/B/187/XI/2025/SPKT/POLRES MANGGARAI BARAT dan menceritakan bagaimana sekitar 30 orang diduga berasal dari Kampung Pela menyerbu Jl. Watu Waja RT/RW 001 sambil membawa alat tajam, Senin, (17/11/2025).

Dalam keterangan resmi Pius Hadun memberikan keterangan kepada awak media, “Bahwa hari ini kami hadir menjawab surat panggilan ke dua dari Polres Manggarai Barat dalam rangka Prihal Wawancara Klarifikasi Perkara”, Jumat, (28/11/2025) siang

Baca Juga  Kerukunan Masyarakat Kei Manokwari Gelar Mubes IV, Evaluasi Kinerja dan Pilih Pengurus 2026–2031

Setelah beberapa jam mengambil keterangan dari kepolisian para korban mengharapkan, ” Agar para terduga pelaku pembongkaran rumah kami secepatnya di tangkap dan di proses secara hukum, sakit hati kami pak, saya ini orang tua lansia tega sekali mereka ini mengebiri keberadaan kami di Wae Togo seakan kami ini bukan pemilik tanah asli”.

“Kami punya tanah, rumah, kebun dan segala isinya tentu karena warisan turun temurun dari leluhur kami, apalagi kampung kami ada Rumah Adat Gendang sendiri dan punya ulayat sendiri, lantas dari pihak terduga pelaku seenaknya klaim keberadaan kami di Wae Togo, bagaimana ceritanya?”. Tegas Pius Hadun dengan rasa emosi.

Ia juga menambahkan bahwa keluarga berharap agar polisi turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi dan mengambil tindakan cepat. “Rumah itu bukan sekadar bangunan. Itu harapan keluarga kami. Kami ingin pelaku diproses hukum seadil-adilnya,” ujarnya.

Baca Juga  Pimpin Peringatan Hardiknas 2025, Wali Kota Tanjungbalai Tekankan Kolaborasi Membentuk Generasi Kuat dan Hebat

Kerusakan Meluas, Trauma Mengendap Selain rumah Pius, rumah milik Raimundus (72) ikut rusak pada rangka beton, dinding, dengan nilai kerugian sekitar Rp60 juta. Sementara rumah Ignasius Rangsung (55) juga mengalami kerusakan pada dinding depan dan teras dan merugi sekitar Rp30 juta.

Rumah Pius, yang sedang dalam tahap pembangunan, hancur total. Kayu bangunan yang ia simpan sebagai tempat menyembunyikan uang Rp16 juta ikut terbakar. Total kerugian mencapai Rp75 juta, angka yang bagi keluarga ini berarti seluruh tabungan hidup. Komentar Keluarga: “Jangan biarkan mereka bebas berkeliaran”.

Keluarga besar Pius menegaskan bahwa mereka menginginkan keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu. Salah satu putra Pius, Yulius Hadun, menyampaikan bahwa keluarga kini hidup dalam ketakutan. “Kami tidak tidur dengan tenang sejak kejadian itu. Bapak trauma, kami semua trauma. Kami minta polisi jangan biarkan pelaku bebas berkeliaran. Kalau dibiarkan, kami takut kejadian seperti ini akan terulang,” tegas Yulius.

Ignasius mengaku keluarganya masih syok dan tidak berani kembali bermalam di rumah. “Kami takut mereka datang lagi. Sampai sekarang anak-anak tidak berani pulang,” ungkapnya.

 

Penulis : Ricky

Berita Terkait

Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 4, Bupati Batu Bara Doakan Menjadi Mabrur
Kapolres Batu Bara Hadiri Pemberian Insentif Guru Sekolah Minggu Se-Kabupaten Batu Bara Tahun 2026
PJ Kades Lubuk Cuik Enggan Bagikan Salinan LPJ Desa TA 2025, Warga Nilai Ada Disembunyikan 
2 Hari Pencarian, Bella 12 Tahun Korban Tenggelam Pantai Laksamana Ditemukan Tewas 2 Km dari Lokasi
Plh Walikota Tanjung Balai Hadiri Hafiatul Ikhtitam Angkatan Ke-XIV Siswa/i Kelas VI SDIT Darul Fikri
Plh Wali Kota Pimpin Apel Patroli Gabungan Pintu Masuk Narkoba Darat dan Laut Tanjung Balai
Fraksi KDRI Tagih Audit Batra Berjaya, Fraksi KPN Sentil PDAM: Air Mati Jangan Dilupakan
Ranperda Batra Berjaya Jadi Perseroda Mulus, 6 Fraksi DPRD Kompak Dukung ke Pansus

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:06 WIB

Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 4, Bupati Batu Bara Doakan Menjadi Mabrur

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:38 WIB

Kapolres Batu Bara Hadiri Pemberian Insentif Guru Sekolah Minggu Se-Kabupaten Batu Bara Tahun 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:10 WIB

PJ Kades Lubuk Cuik Enggan Bagikan Salinan LPJ Desa TA 2025, Warga Nilai Ada Disembunyikan 

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:17 WIB

2 Hari Pencarian, Bella 12 Tahun Korban Tenggelam Pantai Laksamana Ditemukan Tewas 2 Km dari Lokasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:51 WIB

Plh Walikota Tanjung Balai Hadiri Hafiatul Ikhtitam Angkatan Ke-XIV Siswa/i Kelas VI SDIT Darul Fikri

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page