JAYAPURA — Tindakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua yang membakar mahkota Cenderawasih di halaman kantornya di Jayapura pada Senin (20/10/2025) menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Gembala Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Alfa Omega Sorong, Pdt. Alexander Maniani.
Dalam keterangannya kepada TempoTimur.com melalui pesan WhatsApp pada Rabu (22/10/2025) pukul 08.05 WIT, Pdt. Maniani menyebut pembakaran mahkota Cenderawasih itu sebagai tindakan pelecehan terhadap budaya dan martabat orang Papua, yang merupakan bagian dari ras Melanesia.
“Itu sebuah pelecehan terhadap budaya dan martabat orang Papua, ras bangsa Melanesia,” tegasnya.
Menurut Pdt. Maniani, masyarakat Papua selama ini selalu menghormati tamu dari luar daerah dengan sambutan adat, salah satunya melalui pemberian mahkota Cenderawasih sebagai lambang kehormatan dan penerimaan.
“Setiap tamu dari luar Tanah Papua sangat kami hargai dengan sambutan budaya. Ini bukti moralitas dan jati diri kami terhadap mereka yang datang ke Tanah Papua,” ujarnya.
Ia mempertanyakan alasan di balik tindakan pembakaran itu dan menilai seharusnya mahkota Cenderawasih dikembalikan kepada lembaga-lembaga adat Papua, bukan dimusnahkan.
“Kenapa harus dibakar? Kenapa tidak dikembalikan saja kepada lembaga-lembaga adat Papua?” katanya dengan nada kecewa.
Sebagai bentuk refleksi, Pdt. Maniani mengimbau masyarakat Papua agar tidak lagi memberikan mahkota Cenderawasih kepada tamu dari luar Papua, melainkan hanya kepada sesama orang Papua sebagai bentuk penghormatan budaya.
“Peringatan bagi orang Papua, jangan lagi memberikan mahkota Cenderawasih kepada tamu dari luar. Berikan saja kehormatan itu kepada sesama orang Papua,” ujarnya.
Ia juga meminta Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua (DPRP), DPRK, serta lembaga-lembaga adat se-Tanah Papua untuk segera menyikapi tindakan BBKSDA Papua tersebut secara serius, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami minta MRP, DPRK, DPRP, dan lembaga adat setanah Papua menindaklanjuti hal ini,” pungkasnya.
Penulis : Amatus Rahakbauw






