Keangkuhan yang Hancur demi Cinta Seorang Wanita

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Di sebuah kota kecil, cinta seorang wanita menjadi perebutan. Para pria berlomba menampilkan diri seolah paling hebat, paling pantas. Ada yang berlagak kaya, padahal untuk membeli rokok pun sulit. Ada yang mengaku mampu, namun bensin untuk motornya saja sering ia pinjam dari temannya.

Mereka saling menjatuhkan, saling merendahkan, seakan cinta hanyalah arena pertarungan harga diri. Tak segan mereka menuduh dan meremehkan pria lain yang sesungguhnya hidup sederhana namun jelas arah profesinya, jujur dalam langkahnya.

Pria itu hanya tersenyum tipis, memandang drama aneh di sekelilingnya. Dalam hati ia berbisik lirih, “Puji Tuhan… biarlah aku mundur dengan teratur.” Ia memilih pergi, meninggalkan pertarungan yang dipenuhi keangkuhan.

Baca Juga  Halmahera Selatan Terancam Pandemi Minamata

Namun sang wanita justru mempercayai pria yang menjatuhkan dengan tipu daya dan rayuannya. Hatinya tertutup oleh sandiwara, bahkan terbawa oleh gemerlap dunia maya yang menipu di TikTok.

Dan pria yang memilih mundur itu… melangkah dengan senyum getir, meski hatinya hancur. Senyum itu bukan tanda bahagia, melainkan kepasrahan. Ia sadar, cinta sejati tak pernah lahir dari saling menindas.

Di balik senyum yang tenang itu, ada air mata yang tak terlihat—air mata seorang lelaki yang tahu kapan harus melepaskan.

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw. K

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page