Manokwari — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggelar Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah, Rapat Kesamsatan, serta Launching Sistem Informasi Manajemen Retribusi Daerah (SAMARIA) Papua Barat Tahun 2025 pada 25–26 September 2025 di Manokwari.
Acara ini resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., dan turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, S.H., M.Si., jajaran pemerintah daerah, perwakilan Samsat, serta mitra kerja dari berbagai instansi.
Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memperkuat pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan produktivitas daerah melalui sistem digitalisasi yang terintegrasi. Menurutnya, inovasi berbasis teknologi sangat penting guna mendorong kemandirian fiskal Papua Barat.
“Melalui rakor ini, kita ingin menyatukan langkah agar pengelolaan PAD semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Digitalisasi merupakan instrumen penting untuk menciptakan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas,” ujar Dominggus.
Sementara itu, Wakil Gubernur Mohamad Lakotani menambahkan bahwa peluncuran SAMARIA merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi pelayanan Samsat. Sistem berbasis digital ini diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih adaptif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan SAMARIA, pelayanan publik di Papua Barat akan semakin terbuka dan mudah diakses. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga akan berdampak positif pada penerimaan daerah,” ungkap Lakotani.
Peluncuran SAMARIA sekaligus menandai komitmen Pemprov Papua Barat untuk mengoptimalkan pendapatan melalui sistem yang modern dan akuntabel. Pemerintah optimistis, penerapan sistem ini akan memperkuat kinerja fiskal daerah dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Papua Barat.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K











