Manokwari – Manokwari, TempoTimur.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat mulai melakukan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang akan digelar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 11–26 Oktober 2025.
Sebanyak 62 atlet dari enam cabang olahraga beladiri dipersiapkan untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan. Cabang olahraga tersebut meliputi karate, jiu-jitsu, pencak silat, gulat, taekwondo, dan kempo.
Joni Saiba SH Map Plt selaku Ketua Umum Koni Papua Barat ,Saat dikonfirmasi Jurnalis Tempo.Timur. com melalui Via Whatsapp Rabu siang (3/9/2025),WIT menjelaskan bahwa tahap awal persiapan dimulai dengan tes kesehatan (Medical Check Up/MCU). Dari total 62 atlet, 43 mengikuti tes kesehatan di Manokwari, 16 di Sorong, dan sisanya akan menyusul di Kaimana.
“Tes kesehatan ini penting untuk memastikan kondisi fisik atlet, terutama jantung, paru-paru, dan kapasitas VO2 Max, karena cabang beladiri termasuk olahraga berat. Atlet yang lolos tes kesehatan akan dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) terpusat,” ujar Joni Saiba SH Map di Manokwari,
KONI Papua Barat merancang pemusatan latihan selama tiga bulan. TC awal berlangsung pada Juli–Agustus 2025, kemudian dilanjutkan dengan TC terpusat di Manokwari mulai September setelah hasil MCU keluar.
Menurut Joni Saiba SH Map selaku Plt Ketua Umum Koni Papua Barat pemusatan latihan akan dilakukan di salah satu hotel di Manokwari yang sudah dikoordinasikan dengan pihak pengelola. “Setelah tes kesehatan dan TC terpusat, akan ada pencanangan resmi yang diharapkan dibuka langsung oleh Gubernur Papua Barat,” tambahnya.
KONI Papua Barat menargetkan para atlet mampu meraih prestasi terbaik di PON Beladiri 2025. “Kami berharap semua atlet yang mengikuti tes kesehatan dapat lolos sehingga bisa mempersiapkan diri secara maksimal,” kata Joni Saiba SH Map.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K
















