Manokwari — Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, M.Pd., mengimbau para kepala dinas pendidikan kabupaten serta kepala sekolah untuk bijaksana menyikapi situasi keamanan di wilayah masing-masing.
Imbauan tersebut disampaikan Barnabas saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin malam (1/9/2025) pukul 20.38 WIT. Barnabas Dowansiba menegaskan agar pembelajaran tidak serta-merta diliburkan jika terjadi kondisi darurat, khususnya di wilayah perkotaan.
“Kalau di Kabupaten- Kabupaten seperti Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Manokwari, dan Pegunungan Arfak ada konflik, aksi demo, atau surat izin kegiatan yang berpotensi mengganggu sekolah, maka siswa sebaiknya dialihkan ke pembelajaran daring. Tidak perlu meliburkan siswa,” ujar Barnabas.
Sementara itu, sekolah-sekolah di distrik dan kampung terpencil tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Menurut Barnabas, wilayah terpencil relatif aman dan tidak terdampak dinamika sosial yang biasanya terjadi di kota.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara kepala dinas pendidikan dan pemerintah daerah setempat dalam mengambil kebijakan. “Kalau ada situasi mendesak, tolong dibijaksanai, jangan langsung meliburkan sekolah,” tegasnya.
Barnabas berharap komunikasi dan koordinasi yang baik dapat menjaga keberlangsungan pendidikan di Papua Barat. “Mari kita cermati kondisi dengan bijak, agar proses belajar anak-anak tetap berjalan,” tutupnya.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K



















