Tanjungbalai — Mahasiswa Kawal Negeri (Mahawali) Puluhan Aktivis atas nama Mahasiswa Kawal Negeri (Mahawali), menggeruduk Kantor Wali Kota Tanjungbalai untuk menuntut pencopotan terhadap Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol dan BKPSDM terkait pembiaran terhada ASN yang diduga melakukan pelanggaran kode etik dan disiplin, Rabu (27/8/2025).
Dalam aksinya, Salman Alfarizi selaku kordinator aksi mengatakan, Kaban kesbangpol sudah menyebutkan bahwa pihak Kesbangpol sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada BKPSDM, namun BKPSDM sampai hari ini tidak bergerak melakukan tindakan.
Akibatnya Kesbangpol sampai hari ini tetap melakukan amprah gaji terhadap ASN berinisial “Y”, yang diduga tidak masuk kerja selama hampir setahun.
“Akibat tidak adanya tindakan dari BKPSDM, “Y” sampai saat ini masih menerima gajinya walau hampir satu tahun tidak masuk kerja, karena Kesbangpol tetap memberikan amprah gaji yang ditandatangani kaban kesbangpol”, sebut Salman.
Secara bergantian Nuraini Adhani menyebutkan, BKPSDM dan Kesbangpol diduga melakukan permufakatan jahat untuk melindungi “Y” agar tetap masih berstatus Aparatul Sipil Negara (ASN) walau hanya melakukan sidak mobile tetapi tidak masuk kekantornya untuk bekerja selaku pelayanan publik.
“Pak wali…!!! copot kaban Kesbangpol dan BKPSDM ini karena kami duga telah melakukan permufakatan jahat untuk melindungi “Y” agar tetap berstatus ASN walau hampir satu tahun tidak bekerja sebagaimana mestinya”, tegas Nuraini Adhani.
Nuraini juga menyebutkan Mahawali akan terus mengkawal permasalahan ini sampai tuntas, agar tidak ada lagi ASN yang lain berbuat curang untuk memperkaya diri sendiri.
“Kami tegaskan akan terus mengkawal permasalahan ini, bila terbukti dugaan kami atas pelanggaran disiplin berat maka tangkap seret dan penjarakan siapa saja yang terlibat dalam permufakatan jahat ini”, teriak Nuraini dengan suara lantang.
Pantauan dilapangan masa aksi diterima Asisten I, Abu Hanifah, perwakilan Kesbangpol, Pasa, perwakilan BKPSDM, H.Buana. Dalam hal ini Abu Hanifah berjanji akan menindak lanjuti tentang permasalahan yang disuarakan oleh aktivis Mahawali.
“Terima kasih atas kehadiran adik adik dari Mahawali untuk menyuarakan aspirasinya, saya yakinkan siang ini akan menggelar rapat untuk menyikapi ini, bila terbukti ada pelanggaran baik sedang maupun berat kita akan bicarakan kepada pak wali kota untuk memberikan tindakannya”, sebut Mabu Hanifah.
Aksi berjalan dengan damai dan dilakukan pengawalan oleh kepolisian polres Tanjungbalai dan Sat Pol PP kota Tanjungbalai.
Penulis : Taufik








