Demo di Senayan, Massa Tolak Kenaikan Gaji Anggota DPR

- Penulis

Senin, 25 Agustus 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta – Ratusan massa aksi menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 25/8/2025. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap wacana kenaikan gaji anggota DPR yang dianggap tidak relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

Pantauan di lokasi, massa yang terdiri dari mahasiswa, buruh, hingga elemen masyarakat sipil mulai berkumpul sejak siang. Mereka membawa spanduk, poster, serta bendera Merah Putih, sambil meneriakkan yel-yel penolakan. Sejumlah peserta aksi juga menutup sebagian jalan menuju kompleks parlemen, sehingga arus lalu lintas di sekitar Senayan sempat tersendat.

Kritik dari Massa

Koordinator aksi, dalam orasinya, menyebut bahwa wacana kenaikan gaji anggota DPR menunjukkan sikap elitis wakil rakyat yang jauh dari penderitaan masyarakat.

Baca Juga  Anugerah JMSI Awards Aceh Sukses, JMSI Harus Ikut Memanusiakan Manusia

“Di saat rakyat menjerit karena harga kebutuhan pokok terus naik dan lapangan kerja sulit, DPR justru sibuk membicarakan kesejahteraan pribadi mereka. Ini bentuk pengkhianatan terhadap mandat rakyat,” ujar salah satu orator dengan pengeras suara.

Selain menolak kenaikan gaji, massa juga menuntut DPR agar lebih fokus pada kebijakan yang pro-rakyat, seperti pengendalian harga kebutuhan pokok, subsidi pendidikan, serta penyediaan lapangan kerja.

Pengamanan Ketat

Aparat kepolisian terlihat berjaga di beberapa titik, terutama di gerbang utama Gedung DPR. Barikade kawat berduri dipasang untuk mengantisipasi massa yang mencoba masuk ke area parlemen.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, yang turut memantau situasi, menyebut bahwa pengamanan dilakukan secara persuasif. “Kami mengimbau massa untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib. Kepolisian menjamin hak berekspresi, namun jangan sampai mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Baca Juga  Ada Doa Muhammad Ja'far Hasibuan Yang Mustajab Untuk Komjen Pol. Agus Andrianto Di Tunjuk Kapolri Listyo Sigit Sebagai Wakapolri.

Meski sempat terjadi dorong-dorongan antara massa dengan aparat, situasi berangsur kondusif. Hingga sore, aksi masih berlangsung dengan orasi bergantian dari berbagai perwakilan organisasi.

Tanggapan DPR

Menanggapi aksi tersebut, salah satu anggota Badan Kehormatan DPR menyatakan bahwa wacana kenaikan gaji masih sebatas usulan dan belum dibahas secara resmi di sidang paripurna.

“Ini masih wacana, belum ada keputusan. Kami memahami keresahan masyarakat, dan semua masukan akan menjadi bahan pertimbangan. Kami pastikan DPR tetap berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya ketika dihubungi terpisah.

Namun, penjelasan tersebut tidak meredam kekecewaan para demonstran. Mereka menilai DPR kerap berdalih, sementara kesejahteraan masyarakat justru sering terabaikan.

Ancaman Aksi Lanjutan

Baca Juga  Puluhan Mesjid Binaan Pejuang Dhuafa Terima Cendramata Dari Capres Anies Baswedan

Massa aksi menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti hanya pada hari ini. Mereka berencana menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar apabila DPR tetap melanjutkan pembahasan kenaikan gaji.

“Kami akan kembali turun ke jalan, bahkan lebih besar, sampai tuntutan rakyat didengar. DPR harus sadar bahwa kursi yang mereka duduki berasal dari suara rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegas salah seorang perwakilan mahasiswa.

Aksi di depan DPR ini menambah panjang daftar protes publik terhadap kebijakan yang dinilai tidak peka dengan kondisi masyarakat. Di tengah inflasi, kenaikan harga bahan pokok, dan ancaman pengangguran, wacana kenaikan gaji wakil rakyat disebut sebagai keputusan yang “tidak punya empati.”

Penulis : Dhanu

Berita Terkait

Menteri Maruarar Sirait Dorong KUR Perumahan untuk Perluas Akses Hunian di Papua
Tanjung Balai Raih Juara 2 Terbaik Katagori Kota Penurunan Tingkat Pengangguran.
DPD PAN Batu Bara Gelar Muscab, 12 Pengurus Kecamatan Periode 2024-2029 Resmi Terpilih 
287 Perusahaan Tambang di Jawa Tengah di Bidik Kejaksaan, 14 Dari Magelang
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Copot Dua Dirjen Kemenkeu
Wapres Gibran Tinjau Pelabuhan Samabusa Nabire, Dorong Penguatan Infrastruktur
Prabowo Perintahkan “Sikat Habis” Tambang di Kawasan Hutan, Oknum Pembeking Diultimatum: Tak Ada Ampun Tanpa Pandang Bulu
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat, Fast Respon Counter Polri Sampaikan Duka

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:28 WIB

Menteri Maruarar Sirait Dorong KUR Perumahan untuk Perluas Akses Hunian di Papua

Minggu, 26 April 2026 - 19:16 WIB

Tanjung Balai Raih Juara 2 Terbaik Katagori Kota Penurunan Tingkat Pengangguran.

Minggu, 26 April 2026 - 16:07 WIB

DPD PAN Batu Bara Gelar Muscab, 12 Pengurus Kecamatan Periode 2024-2029 Resmi Terpilih 

Kamis, 23 April 2026 - 22:13 WIB

287 Perusahaan Tambang di Jawa Tengah di Bidik Kejaksaan, 14 Dari Magelang

Kamis, 23 April 2026 - 14:55 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Copot Dua Dirjen Kemenkeu

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page