Fakfak — Kepala UPT Samsat Kabupaten Fakfak, Rozalli Adyansyah. Karaeng, mengungkapkan bahwa hingga bulan Juli 2025, realisasi pajak kendaraan bermotor di daerah tersebut belum mencapai target yang ditetapkan oleh Badan Pendapatan Daerah Provinsi Papua Barat.
Hal tersebut disampaikan Rozalli saat ditemui jurnalis TempoTimur.com di ruang kerjanya, Rabu (6/8/2025) pukul 11.34 WIT. Menurutnya, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor masih tergolong rendah.
“Jika kita lihat data dari lima tahun terakhir, yaitu 2020 hingga 2024, jumlah kendaraan yang menunggak pajak tercatat sebanyak 8.811 unit dari total kendaraan sebanyak 24.990 unit kendaraan. dengan Total nilai tunggakan pajak selama periode itu mencapai lebih kurang sekitar Rp 6,8 miliar,” jelasnya.
Untuk tahun 2025, target penerimaan pajak kendaraan bermotor di Fakfak ditetapkan lebih kurang sebesar Rp 3,7 miliar, namun hingga akhir Juli, baru terealisasi lebih kirang Rp1,5 miliar atau sekitar 40%. Sementara itu, target bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) sebesar Rp 2,5 miliar, baru terealisasi lebih kurang sekitar Rp 655 jt, atau setara 26%.
Rozalli menilai beberapa faktor menjadi penyebab utama rendahnya realisasi pajak, antara lain kesadaran masyarakat yang masih minim, serta kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Ada yang memang tidak mampu secara ekonomi, tapi ada juga yang mampu tapi lalai atau lupa membayar pajak,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa realisasi pendapatan dari pajak kendaraan bermotor sangat penting karena akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik lainnya.
Selain membahas pajak kendaraan, Rozalli juga menyoroti keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap banyaknya pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa helm, dan bahkan melakukan aksi balap liar di jalanan.
“Kami berharap anak-anak sekolah tidak mengendarai kendaraan jika belum cukup umur dan belum memiliki SIM. Keselamatan itu nomor satu. Nyawa hanya satu, sayangi diri sendiri dan orang tua,” tegasnya.
Ia mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan dan mendidik anak-anaknya soal disiplin berlalu lintas, karena hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.








