TEMPO TIMUR, Manokwari — Ramadhan, bulan suci yang hanya datang sekali dalam setahun, selalu disambut hangat oleh umat Islam. Bagi Haji Mustaqfirin, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi tamu agung yang selalu dinanti dengan penuh rindu.
Pernyataan ini disampaikan oleh Haji Mustaqfirin saat dikonfirmasi jurnalis TempoTimur.com melalui pesan WhatsApp pada Minggu malam, 27 Juli 2025.
Mengatakan “Ramadan seperti tamu mulia yang datang membawa keberkahan dan pengampunan. Setiap kali ia pergi, hati kita selalu berharap bisa bertemu lagi di tahun berikutnya,” ujar Mustaqfirin.
Ia menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak amal, memperkuat silaturahmi, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan kualitas ibadah dan kedekatan kepada Allah.
Kehadiran Ramadhan diabadikan dalam firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil)…”(QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang puasa, tetapi juga tentang menyambut petunjuk Allah dengan hati yang bersih dan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Menurut Haji Mustaqfirin, ada beberapa alasan utama mengapa Ramadan selalu dirindukan umat Islam:
Ia datang membawa ampunan dan rahmat yang luas.
Memberi peluang melipatgandakan pahala atas setiap amal baik.
Membangun kesadaran sosial dan empati terhadap sesama, khususnya fakir miskin.
Menghadirkan kebersamaan dalam ibadah, seperti salat tarawih dan buka puasa bersama.
Ramadhan menjadi tamu istimewa yang kehadirannya mendamaikan jiwa dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Seperti yang diungkapkan Haji Mustaqfirin, “Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi tentang bagaimana hati kita benar-benar terisi dengan iman dan kasih sayang.”
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K







