Manokwari — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat menggelar rapat pleno pada Sabtu, 28 Juni 2025, bertempat di Kantor KONI Papua Barat. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Harian KONI Papua Barat, Joni Saiba, SH., M.AP., guna membahas penyesuaian program kerja dan efisiensi anggaran tahun 2025, menyikapi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang turut berdampak pada daerah, termasuk Papua Barat.
“Kebijakan efisiensi anggaran dari pusat ini sangat memengaruhi kesiapan Papua Barat menuju PON di Jawa Tengah Oktober nanti. Maka dari itu, rapat pleno ini menjadi penting agar kita bisa segera menyesuaikan program dan struktur pengurus,” ujar Joni Saiba kepada awak media, Senin siang (30/6/2025).
Menurutnya, dalam rapat tersebut KONI Papua Barat membahas dua hal penting. Pertama, penyusunan rekomendasi final untuk struktur organisasi tahun 2025, termasuk penyesuaian pengurus aktif dan nonaktif demi efisiensi kerja. Kedua, pematangan program kerja untuk mendukung 7 cabang olahraga bela diri yang akan berlaga di PON mendatang, seperti taekwondo dan lainnya.
Namun, hingga kini pelaksanaan program masih terhambat karena belum turunnya dana dari pemerintah daerah. “Kami menunggu realisasi dana. Kalau dananya sudah turun, kami akan segera rapat pleno lanjutan untuk mengeksekusi program kerja. Kami juga telah siapkan laporan kebutuhan untuk disampaikan ke pemerintah daerah,” tegas Joni.
Ia menambahkan, KONI berharap pemerintah daerah Papua Barat segera menindaklanjuti usulan anggaran perubahan, bahkan jika perlu melalui mekanisme pergeseran anggaran, agar proses pembinaan atlet tidak terhambat.
“Kalau pemerintah serius ingin atlet Papua Barat berprestasi, maka perlu gerak cepat. Waktu kami terbatas. Kami tidak ingin hanya jadi peserta di PON, tapi juga membawa pulang prestasi. Dukungan dana adalah kunci,” pungkasnya.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

















