Nilai di Balik Uang Seribu dan Lima Ratus Ribu

- Penulis

Rabu, 4 Juni 2025 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cerpen Motivasi dan Teguran Rohani – 4 Juni 2025

Hari ini aku pergi ke salon. Duduk manis di kursi empuk ber-AC, dengan rambut ditarik, diluruskan, dipoles. Biayanya? Rp500.000. Dan aku bayar tanpa tanya, tanpa tawar.

Karena buatku, penampilan penting. Cantik itu percaya diri. Dan kalau harus mahal? Tak apa, yang penting puas.

Tapi sore harinya, saat aku duduk di gereja, tiba saatnya memberi. Kantong derma lewat. Aku buka dompet—ada lembaran lima puluh ribu, ada sepuluh ribuan… tapi yang kuambil? Dua ribu.
Ya, dua ribu rupiah. Seolah-olah Tuhan cukup diberi recehan sisa dari gengsiku.

Saat itu juga hatiku tertusuk. Ada suara dalam batinku berkata:

Baca Juga  Terlibat Pencurian Solar Industri,Tujuh Karyawan Ditahan Security PT. IPS 

“Kamu rela bayar ratusan ribu hanya untuk rambut yang akan rontok juga… tapi untuk pekerjaan Tuhan? Kamu hitung-hitungan.”

Aku terdiam. Malu. Hancur.
Selama ini aku lebih takut kelihatan jelek di mata manusia, daripada tampak kikir di hadapan Tuhan.
Aku habiskan uang untuk hal yang fana, tapi pelit pada hal yang kekal. Aku merawat tubuh, tapi menelantarkan iman.

Bukan soal jumlah, tapi soal sikap hati.Bukan soal besar kecilnya uang, tapi besar kecilnya kasih dan hormat kita pada Tuhan.
Kalau hati ini bisa royal untuk dunia, kenapa jadi miskin saat memberi kepada Sang Pencipta?

Hari ini, aku ditegur. Keras. Tapi aku bersyukur.Tuhan menegur bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mengangkatku naik level.
Iman bukan soal hadir di bangku gereja, tapi soal seberapa besar kita menaruh Tuhan di atas semua—di atas gengsi, di atas uang, di atas kepuasan diri.

Baca Juga  DPD HNSI dan DPC se-Sumut Hadiri Resepsi Pernikahan Anggota Danlanal TBA, Meriah dengan Tradisi Pedang Pora

Mulai hari ini, aku mau berubah.
Bukan sekadar merawat tampilan luar, tapi membangun hati yang murah hati dan takut Tuhan.
Karena yang sejati bukan penampilan luar, tapi isi hati yang dipersembahkan dengan tulus untuk kemuliaan-Nya.

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Dinas Sosial P3A Batu Bara Salurkan Bantuan Kursi Roda dan Tongkat bagi Penyandang Disabilitas
Bupati Batu Bara Lantik 19 Pejabat, Tekankan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan
Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 
Bupati Heriyus Pimpin Rapat Finalisasi Persiapan MTQ KORPRI VIII Kalteng di Murung Raya
Kesombongan Seorang Jurnalis: Ketika Ego Membunuh Kebenaran
Bupati Batu Bara Hadiri Pembukaan MTQ Sumut ke-40, Beri Semangat Kafilah Raih Prestasi
DPRD Apresiasi Polres Barito Utara atas Pengungkapan Kasus Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:54 WIB

Dinas Sosial P3A Batu Bara Salurkan Bantuan Kursi Roda dan Tongkat bagi Penyandang Disabilitas

Senin, 22 Juni 2026 - 13:38 WIB

Bupati Batu Bara Lantik 19 Pejabat, Tekankan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Senin, 22 Juni 2026 - 13:07 WIB

Antara Perjuangan dan Sebatas Pelengkap Kepentingan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:08 WIB

Mengurai Problem Loyalitas di Pemerintahan Batu Bara 

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:10 WIB

Bupati Heriyus Pimpin Rapat Finalisasi Persiapan MTQ KORPRI VIII Kalteng di Murung Raya

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page