Tim DVI dan INAFIS Polda Papua Barat Identifikasi 13 Jenazah Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak

- Penulis

Jumat, 23 Mei 2025 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Manokwari, TempoTimur.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes bersama Tim INAFIS Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Papua Barat berhasil mengidentifikasi 13 dari 14 jenazah korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kampung Jim (Meyes), Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kepala Biddokes Polda Papua Barat, Kombes Pol dr. Iskandar, di Manokwari, Jumat (23/5/2025), menjelaskan bahwa tujuh jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga korban. Ketujuh jenazah tersebut adalah Yoseph Ermilianus Efrem, Porman Takaliumang, Okden Wote, Joni Rahawari, Once Takaliumang, Lauriensius Denilson Armanto, dan George Takaliumang.

“Tujuh jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga,” ujar Iskandar.

Baca Juga  FSP NIBA-KSPSI Sulsel Gelar Gathering Semarak Kemerdekaan RI Sekaligus Penyerahan SK PC/PUK

Sementara itu, enam jenazah lainnya yang telah teridentifikasi masih menunggu penyelesaian berita acara serah terima. Mereka adalah Harispen Tampil, Reki Wote, Melkianus Isba, Oktavianus Petrus Alwandi, Yan Leo, dan Robertus Edison Nurak.

“Kami akan menyerahkan jenazah begitu dokumen administrasi serah terima selesai,” tambahnya.

Menurut Iskandar, total jenazah yang diterima Tim DVI dan INAFIS sebanyak 14, namun satu jenazah masih dalam proses identifikasi. Tim forensik diperkuat oleh dr. Isak Reba, spesialis forensik dari Biak.

Kondisi jenazah yang membusuk dan tertimbun material longsor menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencocokan data antemortem dan postmortem.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Manokwari, Yefri Sabaruddin, menyampaikan bahwa total korban dalam bencana tersebut mencapai 24 orang. Dari jumlah tersebut, empat orang berhasil selamat, satu korban pertama ditemukan meninggal dunia atas nama Harun Maidodga, dan 19 orang dinyatakan hilang.

Baca Juga  RDP Dengan DPRD Asahan Gagal, Terkait Dugaan Ilegal Logging PT. Bridgeston Divisi IV Aek Tarum

Selama operasi pencarian sejak 17 Mei 2025, Tim SAR gabungan berhasil menemukan 15 korban meninggal dunia. Hingga hari keenam operasi, masih tersisa empat korban yang belum ditemukan.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi pada Kamis malam, 16 Mei 2025, sekitar pukul 21.00 WIT. Informasi pertama kali diterima oleh Basarnas dari Kepala Satreskrim Polres Pegunungan Arfak, Iptu Dwi Maryanto, pada Jumat, 17 Mei 2025, pukul 18.45 WIT, dan tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

 

Penulis : Amatus Rahakbauw K.

Berita Terkait

Dukungan Mayoritas Anggota PBB Perkuat Posisi Indonesia di Papua
Wabup Rahmanto Perkuat Sinergi dengan Polres Murung Raya untuk Jaga Kamtibmas
TP-PKK Murung Raya Perkuat UP2K, Dorong Ekonomi Keluarga dari Rumah
Prabowo Lantik Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional
Dina Maulidah Dorong Turnamen Futsal Pelajar Jadi Wadah Pembentukan Karakter
Dina Maulidah Dorong Peserta LPP Butterfly Tingkatkan Kemampuan Public Speaking
Wabup Rahmanto Lepas Kontingen Pramuka Santri Murung Raya ke PPSN VI di Malang
50 Kata-Kata Mutiara Peringatan G30S/PKI sebagai Renungan Sejarah

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Dukungan Mayoritas Anggota PBB Perkuat Posisi Indonesia di Papua

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:37 WIB

Wabup Rahmanto Perkuat Sinergi dengan Polres Murung Raya untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:33 WIB

TP-PKK Murung Raya Perkuat UP2K, Dorong Ekonomi Keluarga dari Rumah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Prabowo Lantik Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Dina Maulidah Dorong Turnamen Futsal Pelajar Jadi Wadah Pembentukan Karakter

Berita Terbaru

Organisasi

Nia Margaretha Nahkodai BPK Oi Tangsel Lewat MUSKOT ke-6

Sabtu, 3 Okt 2026 - 20:54 WIB

You cannot copy content of this page