Manokwari, TempoTimur.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes bersama Tim INAFIS Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Papua Barat berhasil mengidentifikasi 13 dari 14 jenazah korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kampung Jim (Meyes), Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak.
Kepala Biddokes Polda Papua Barat, Kombes Pol dr. Iskandar, di Manokwari, Jumat (23/5/2025), menjelaskan bahwa tujuh jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga korban. Ketujuh jenazah tersebut adalah Yoseph Ermilianus Efrem, Porman Takaliumang, Okden Wote, Joni Rahawari, Once Takaliumang, Lauriensius Denilson Armanto, dan George Takaliumang.
“Tujuh jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga,” ujar Iskandar.
Sementara itu, enam jenazah lainnya yang telah teridentifikasi masih menunggu penyelesaian berita acara serah terima. Mereka adalah Harispen Tampil, Reki Wote, Melkianus Isba, Oktavianus Petrus Alwandi, Yan Leo, dan Robertus Edison Nurak.
“Kami akan menyerahkan jenazah begitu dokumen administrasi serah terima selesai,” tambahnya.
Menurut Iskandar, total jenazah yang diterima Tim DVI dan INAFIS sebanyak 14, namun satu jenazah masih dalam proses identifikasi. Tim forensik diperkuat oleh dr. Isak Reba, spesialis forensik dari Biak.
Kondisi jenazah yang membusuk dan tertimbun material longsor menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencocokan data antemortem dan postmortem.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Manokwari, Yefri Sabaruddin, menyampaikan bahwa total korban dalam bencana tersebut mencapai 24 orang. Dari jumlah tersebut, empat orang berhasil selamat, satu korban pertama ditemukan meninggal dunia atas nama Harun Maidodga, dan 19 orang dinyatakan hilang.
Selama operasi pencarian sejak 17 Mei 2025, Tim SAR gabungan berhasil menemukan 15 korban meninggal dunia. Hingga hari keenam operasi, masih tersisa empat korban yang belum ditemukan.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi pada Kamis malam, 16 Mei 2025, sekitar pukul 21.00 WIT. Informasi pertama kali diterima oleh Basarnas dari Kepala Satreskrim Polres Pegunungan Arfak, Iptu Dwi Maryanto, pada Jumat, 17 Mei 2025, pukul 18.45 WIT, dan tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Penulis : Amatus Rahakbauw K.























