ASAHAN, TEMPO TIMUR – Warga Desa Air Putih Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan Sumatra Utara, meminta Pemerintah Kabupaten Asahan membongkar gorong-gorong kotak (box culvert) yang pengerjaannya asal-asalan atau tidak sesuai spesifikasi (spek) proyek.
Bambang, salah seorang warga setempat pada hari Senin, (20/1/) mengatakan pihaknya memperhatikan proyek box culvert yang dikerjakan secara asal-asalan sehingga malah membahayakan warga dan pengguna jalan.
Proyek seperti itu harus dibongkar, jika perlu pemkab panggil kontraktornya,” kata Bambang.
Bambang menjelaskan jika gorong-gorong tersebut dikerjakan dengan benar atau sesuai spesifikasi maka tidak cepat rusak,ini baru selesai sudah rusak dan rompal terkena air.
Sementara salah seorang Tenaga tehnik proyek pembuatan gorong-gorong tersebut Parichan sianturi menjelaskan, mengakui pengerjaan pembuatan gorong-gorong di maksud di kerjakan asal jadi.
“Saya sudah ingat kan dan beritahu pengerjaan gorong-gorong harus seperti ini, namun pihak proyek tidak mengindahkan sehingga hasilnya seperti asal jadi, ” terang Parichan saat di konfirmasi lewat tlp.
Lanjut ya lagi,pengerjaan gorong-gorong di kerjakan terburu-buru sehingga tidak sesuai spek, Karena saat itu penanganan nya diburu buru karena excavator nya setengah hari bekerja, seharusnya jantan betinanya boxculvert itu harus span saat pemasangan tidak boleh banyak air, LC atau lantai nya hrus betul-betul rata.ini semua tidak di lakukan.
Selain itu saat pengerjaan alat Exckaptor harus satu hari itu juga dipaksakan siap oleh Josua Manurung dan Yoyok yang merupakan perwakilan dari pemborong, sehingga saat pemasangan gorong-gorong terkesan asal jadi, jelas Parichan.(Edi)





















