Jakarta | Tempo Timur – Walaupun Para Kiyai ,Santri , hingga Masyarakat umum sudah pernah menyampaikan aspirasinya dengan melakukan aksi damai di lokasi tambang Pasir Ilegal Magelang Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Namun hal itu tak kunjung membuahkan hasil, sehingga dianggap adanya tarik ulur Penutupan.
Tambang Pasir Ilegal yang sudah menjadi keluhan masyarakat Magelang Jawa Tengah juga masuk di WhatsApp Pribadi Ketua Umum Persatuan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Agus Flores, mulai dari Oknum yang Beck Up, hingga pada masih beroperasinya Alat alat dan Pertambangan masuk kawasan hutan.

Kepada Media, Agus Flores membenarkan banyaknya aduan masyarakat yang menginginkan Tambang Pasir Di Magelang.
Menurut Agus , Akibat Beroperasinya tambang tersebut, Negara dirugikan setiap tahun bis a mencapai Rp.365 Miliyar.
” Info saya dapat dari masyarakat, jalur arus uang untuk kepentingan beck bisa mencapai Rp. 1 Miliyar perhari,” tegasnya.
H/76






















