
BATU BARA | TEMPO TIMUR – Aksi Demo Masyarakat Batu Bara mengatas namakan Tunas Muda Gemkara Batu Bara di depan Kantor DPRD Batu Bara, bak gayung bersambut, Senin (04/9/2023).
Pasalnya, seusai Tunas Muda Gemkara melakukan aksi menyampaikan 12 tuntutan nya terkait kinerja Pemerintahan Kabupaten Batu Bara di depan Kantor Bupati dan Kantor DPRD, tak berselang lama massa aksi atas nama Barisan Emak-emak Pendukung Pembangunan Batu Bara (BEM-PBB) datang menggeruduk Kantor DPRD menyampaikan mendukungnya terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Batu Bara.
Sebelumnya, massa aksi Tunas Muda Gemkara menyampaikan,
1. Meminta Bupati Batu Bara bertanggung jawab atas lahan tanah milik Pemerintah Batu Bara di PT. Kuala Gunung seluas 350 Hektar.
2. Meminta Bupati Batu Bara dan DPRD untuk bertanggung jawab atas Hutang Pemerintah Batu Bara kepada PT. SMI 139 Milyar.
3. Meminta Bupati Batu Bara untuk bertanggung jawab hilangnya uang Pemkab Batu Bara sebesar Rp. 7,6 Milyar yang diduga dilarikan Kepala Badan Bencana Daerah.
4. Meminta kepada Sekda Batu Bara untuk bertanggung jawab atas maraknya dan terbengkalainya Aset-aset Pemkab Batu Bara seperti Kantor BPBD di Tanjung Tiram, Kantor Lurah Tanjung Tiram, Kantor Penyuluhan Pertanian Tanjung Tiram.
5. Meminta Sekda Batu Bara bertanggung jawab atas lahan Pemkab. Batu Bara yang ditanam ubi.
6. Meminta Sekda Batu Bara untuk menunjukan Sertifikat kepemilikan atas lahan kurang lebih 50,15 Hektar yang sekarang sedang di bangun Kantor Bupati Batu Bara.
7. Meminta DPRD Batu Bara memanggil Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah terkait Pembayaran lahan PT. Socfindo sebesar Rp. 9.529.670.000 Milyar serta bukti pencairan sesuai SP2D yang di keluarkan.
8. Meminta DPRD Batu Bara untuk menolak Hutang yang diajukan oleh Pemerintah Batu Bara kepada Bank Sumut.
9. Meminta DPRD Batu Bara untuk membentuk Pansus atas Raibnya uang Pemkab Batu Bara RP. 7,6 Milyar yang diduga dilarikan mantan Kaban PBPD Batu Bara.
10. Meminta DPRD Batu Bara memanggil Kadis PUPR Batu Bara terkait Dana Rutin dari Tahun 2020-2022.
11. Meminta DPRD Batu Bara Merekomendasikan PJ. Bupati Batu Bara harus Putra Putri Batu Bara.
12. Meminta DPRD Batu Bara untuk memanggil Bupati Batu Bara, Sekda Batu Bara, Dinas PUPR Batu Bara, Kepala Badan Pengelola aset Daerah untuk membentuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait 12 tuntutan tersebut.
Selain menyampaikan Orasinya melalui lisan massa aksi juga membentangkan Spanduk yang bertuliskan kritikan terhadap kinerja Pemerintah Batu Bara.

Kemudian, Barisan Emak-emak Mendukung Pembangunan Batu Bara ( BEM-PBB) dalam aksinya menyampaikan,
1. Mendukung penuh Bupati Batu Bara Zahir untuk menuntaskan semua program Pembangunan di Batu Bara.
2. Mengecam sikap Oknum Anggota DPRD Batu Bara ” RA ” diduga menjadi dalang dibalik semua kegaduhan yang terjadi.
3. Menyampaikan secara terbuka kepada semua oknum politisi di Batu Bara agar dapat menahan diri, jangan membuat gaduh, jika ingin merebut kekuasaan silahkan lakukan dengan cara-cara yang elegant berupa tawaran ide dan gagasan, serta jangan coba-coba menganggu jalan nya Pembangunan.
Selain menyampaikan Orasi melalui Lisan,
massa aksi Barisan Emak-emak Mendukung Pembangunan Batu Bara (BEM-PBB),
juga menyampaikan melalui lembaran kertas dan Spanduk-spanduk. Mirisnya lagi, massa aksi melalui Spanduk yang dibentangkan, Mengecam Semua Oknum Dengan Embel-embel Aktivis atau LSM Kerjanya Buat Gaduh di Negeri dan Tanah Bertuah Batu Bara.
(Ham)


















