
FAKFAK — Di tengah belum optimalnya pasokan air bersih akibat musim kemarau panjang, Polres Fakfak menyalurkan 3.200 liter air bersih kepada dua tempat ibadah, yakni Gereja GPI Kristen Perjanjian Baru Sungai Kehidupan di Jalan Ahmad Yani dan Masjid Al-Hidayah di Jalan Sekru, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Kamis (29/10/2026).
Penyaluran bantuan yang dipimpin langsung Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., itu menjadi bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, sekaligus memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di tengah kesulitan akibat kekeringan.
Kegiatan berlangsung pukul 13.35 hingga 15.00 WIT. Gereja GPI Kristen Perjanjian Baru Sungai Kehidupan menerima 2.000 liter air bersih yang disambut oleh Pdt. Hasiholan Simanjuntak, S.Th. Sementara itu, Masjid Al-Hidayah menerima 1.200 liter air bersih yang diserahkan kepada pengurus masjid.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Fakfak didampingi Kabag Log Polres Fakfak AKP Nasruddin Djurumudi bersama sejumlah personel Polres Fakfak.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Polres Fakfak membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan yang berkaitan dengan fenomena El Niño. Kondisi pasokan air bersih yang belum kembali optimal membuat dukungan berbagai pihak masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan menunjang aktivitas peribadatan.
Pelayanan Tanpa Membedakan Agama
Penyaluran air bersih kepada gereja dan masjid menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh perbedaan agama maupun latar belakang. Di tengah keterbatasan, kebutuhan dasar manusia menjadi kepentingan bersama yang harus diperhatikan.
Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan sosial semacam ini juga memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi warga merupakan bagian penting dari pelayanan publik.
Namun, penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sesaat. Koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait tetap diperlukan agar distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Di tengah keterbatasan pasokan air, langkah nyata seperti ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong. Perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk saling membantu, terlebih ketika masyarakat menghadapi persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Fakfak menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan.
Sebab, pengabdian sejati bukan semata-mata tentang menjaga situasi tetap aman, melainkan juga tentang menghadirkan manfaat, menumbuhkan kepedulian, dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Penulis: Amatus Rahakbauw K







