
SEMARANG — Persiapan Kota Semarang menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI terus dikebut. Menjelang pelaksanaan yang dijadwalkan berlangsung pada 11–20 September 2026, kesiapan venue utama di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, telah mencapai sekitar 90 persen.
Lapangan Pancasila akan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ Nasional XXXI. Pemerintah Kota Semarang masih melakukan pemeriksaan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, antara lain pasokan listrik, air, jaringan internet, serta kebersihan kawasan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan persiapan MTQ Nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia dan pemerintah. Menurut dia, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
“MTQ Nasional ini adalah hajatan kita bersama. Masyarakat Kota Semarang juga menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraannya,” kata Agustina, Sabtu, 5 September 2026.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI akan berlangsung di sejumlah venue yang tersebar di Kota Semarang. Kondisi itu membuat kesiapan lingkungan di sekitar lokasi kegiatan menjadi salah satu perhatian pemerintah kota.
Camat dan lurah dikerahkan untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan sambutan kepada para kafilah dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia.
Keterlibatan masyarakat antara lain diwujudkan melalui gerakan resik-resik masjid. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama berlangsung pada Mei 2026 dengan melibatkan 177 masjid yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Semarang. Tahap kedua dilaksanakan pada akhir Agustus dengan menyasar kawasan di sekitar venue MTQ Nasional.
Penataan lingkungan juga dilakukan untuk menciptakan suasana penyambutan bagi para peserta. Sejumlah spanduk dan penjor dipasang di sejumlah titik sebagai bagian dari persiapan menyambut kedatangan kafilah dan tamu.
Selain aspek kebersihan dan lingkungan, Pemerintah Kota Semarang menyiapkan dukungan pelayanan kesehatan selama MTQ berlangsung.
Posko kesehatan akan ditempatkan di 12 venue. Layanan tersebut didukung 40 puskesmas dan 18 rumah sakit yang akan beroperasi dalam dua shift.
Pemerintah kota juga menyiapkan posko kesehatan satelit di sekretariat penyelenggaraan. Fasilitas ini disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan kesehatan peserta, panitia, maupun tamu selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Agustina berharap sinergi pemerintah, panitia, dan masyarakat dapat memastikan seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI berjalan lancar.
Ia juga berharap penyelenggaraan MTQ tidak berhenti sebagai agenda keagamaan berskala nasional, tetapi mampu meninggalkan kesan positif bagi para kafilah dan tamu yang datang ke Kota Semarang.
“Kami ingin para kafilah dan tamu yang datang ke Semarang merasa nyaman, diterima, dan mendapatkan pengalaman yang baik selama mengikuti seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI,” ujar Agustina.
Penulis : Amartus Rahakbauw K










