TANGSEL – Tawuran antar pelajar masih menjadi persoalan yang kerap muncul akibat ejekan, kesalahpahaman, hingga luapan emosi sesaat. Alih-alih menyelesaikan masalah, aksi kekerasan tersebut justru meninggalkan penyesalan, luka, kerugian, dan ancaman terhadap masa depan, (25/07).
Melihat kondisi itu, sebuah talk show bertema “Stop Tawuran: Dari Emosi Menuju Prestasi” digelar untuk mengajak pelajar menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan produktif.
Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa sekolah adalah tempat menuntut ilmu, membangun karakter, serta mengembangkan bakat dan potensi diri. Mengendalikan emosi disebut sebagai langkah awal menuju kesuksesan. Pelajar diajak berpikir jernih, berdialog, dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Energi yang sebelumnya berpotensi terbuang pada konflik disarankan untuk disalurkan ke kegiatan positif seperti organisasi, olahraga, seni, dan perlombaan yang dapat mengasah kemampuan serta membuka peluang beasiswa dan pendidikan lebih tinggi.
Empat narasumber hadir untuk menginspirasi peserta talk show malam ini. Mereka adalah Nur Hafiz Kholis Fidon, Asep Saifulloh, Hidayatullah, dan Gabriel Miracle. Para narasumber menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan sekolah, lingkungan, dan latar belakang. Dengan saling menghormati dan bekerja sama, diharapkan lahir generasi yang kuat, berkarakter, dan berprestasi.
Acara ditutup dengan pembacaan komitmen bersama: “Stop Tawuran! Dari Emosi Menuju Prestasi. Belajar Nyaman, Bangun Prestasi, dan Jaga Persaudaraan. Tawuran Bukan Solusi, Prestasi adalah Jalan Menuju Masa Depan.” Pesan ini diharapkan menjadi pengingat bagi pelajar untuk berani menolak kekerasan dan memilih jalan yang membawa manfaat. Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan tempat dari Local Coffee.
Penulis : Dhanu







