JAKARTA — Nama Pep Guardiola menjadi salah satu kandidat yang diusulkan untuk menangani Tim Nasional Belanda setelah Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) dikabarkan memecat Ronald Koeman menyusul kegagalan De Oranje melaju lebih jauh di Piala Dunia.
Hingga kini, KNVB masih memburu sosok yang dinilai tepat untuk memimpin tim nasional pada periode berikutnya.
Direktur Teknis KNVB, Nigel de Jong, dipercaya memimpin proses pencarian pelatih baru. Sejumlah nama masuk dalam bursa calon pelatih, di antaranya Arne Slot, Peter Bosz, dan Pep Guardiola.
Dukungan terhadap Guardiola datang dari dua tokoh sepak bola Belanda, Guus Hiddink dan Ronald de Boer. Keduanya menilai pelatih asal Spanyol tersebut memiliki kapasitas serta filosofi sepak bola yang sesuai dengan identitas permainan Timnas Belanda.
Dalam wawancara dengan harian De Telegraaf yang dikutip VoetbalPrimeur, Hiddink mengatakan Guardiola merupakan sosok yang meneruskan filosofi sepak bola Johan Cruyff.
“Guardiola bekerja sesuai tradisi Johan Cruyff dan menurut saya itu merupakan ide yang sangat baik. Saya tidak tahu seberapa realistis peluangnya, tetapi jika saya berada di posisi Nigel de Jong, saya pasti akan mencoba merekrutnya,” ujar Hiddink.
Selain Guardiola, Hiddink juga menyebut pelatih PSV Eindhoven, Peter Bosz, sebagai kandidat yang layak dipertimbangkan.
“Saya melihat Peter Bosz juga merupakan kandidat yang sangat cocok, baik dari segi usia maupun gaya bermain.
Mungkin PSV tidak akan mudah melepasnya, tetapi selalu ada jalan keluar,” katanya.
Sementara itu, Ronald de Boer mengungkapkan Guardiola sebelumnya pernah memberi sinyal terbuka untuk menangani Timnas Belanda.
Menurut De Boer, dalam film dokumenter Força Koeman, Guardiola menyatakan bahwa Federasi Sepak Bola Belanda dapat menghubunginya kapan saja apabila membutuhkan jasanya.
“Karena itu, Nigel de Jong seharusnya mengambil langkah tersebut,” kata De Boer.
De Boer menilai peluang tersebut tetap terbuka meskipun Guardiola baru saja meninggalkan Manchester City dan disebut ingin mengambil waktu beristirahat.
Menurutnya, melatih tim nasional memiliki jadwal yang tidak sepadat menangani klub sehingga memungkinkan Guardiola menerima tantangan baru.
“Mungkin saat ini masih terlalu dini baginya. Tetapi melatih tim nasional memberi kesempatan untuk tetap berada di dunia sepak bola tanpa harus bekerja sepanjang tahun seperti di klub,” ujarnya.
Ia juga menilai Guardiola memiliki kedekatan emosional dengan sepak bola Belanda karena pengaruh besar Johan Cruyff dalam perjalanan kariernya sebagai pemain maupun pelatih.
“Pep adalah salah satu murid Johan Cruyff. Ia selalu mengakui bahwa Cruyff berperan besar dalam membentuk dirinya sebagai pemain maupun pelatih. Ini bisa menjadi kesempatan baginya untuk membalas jasa sepak bola Belanda,” tutur De Boer.
Menanggapi anggapan bahwa besarnya gaji Guardiola dapat menjadi kendala, De Boer menilai faktor finansial bukan hambatan utama.
“Itu omong kosong. Saya yakin Guardiola akan menerima jabatan itu sebagai sebuah kehormatan dan tidak menjadikan gaji sebagai pertimbangan utama. Saya berharap Nigel de Jong dapat mewujudkannya,” katanya.
Hingga saat ini, KNVB belum mengumumkan siapa pelatih yang akan ditunjuk sebagai pengganti Ronald Koeman. Nama Pep Guardiola, Arne Slot, dan Peter Bosz masih menjadi kandidat yang ramai diperbincangkan untuk menukangi Timnas Belanda.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K























