MANOKWARI — Tokoh Pemuda Arfak, Yosua Sayori.S.sos, mengimbau seluruh elemen masyarakat di Provinsi Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari, untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional yang akan dipusatkan di Manokwari.
Menurut Yosua, Pesparawi Nasional merupakan agenda keagamaan berskala nasional yang harus didukung oleh seluruh masyarakat Papua Barat agar berjalan aman, lancar, dan sukses.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif sehingga peserta yang datang dari 38 provinsi dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan kembali ke daerah masing-masing dengan selamat,” kata Yosua Sayori.S.sos kepada Jurnalis.Tempo.Timur.com melalui Via Whatsapp Kamis (18/6/2026)
Ia menegaskan bahwa Pesparawi Nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia dan pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat sebagai tuan rumah yang akan menerima ribuan tamu dari berbagai daerah di Indonesia.
Terkait rencana aksi penyampaian aspirasi oleh sejumlah kelompok masyarakat, Yosua menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang.
Namun, ia berharap pelaksanaannya dapat mempertimbangkan momentum berlangsungnya kegiatan keagamaan tingkat nasional tersebut.
“Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Namun, untuk sementara waktu kami berharap semua pihak dapat menahan diri terlebih dahulu demi menjaga kelancaran dan kekhusyukan Pesparawi Nasional.
Setelah kegiatan selesai, aspirasi dapat disampaikan secara damai dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Yosua juga mengajak masyarakat Arfak di Manokwari, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan selama pelaksanaan Pesparawi Nasional.
Menurutnya, arahan Kepala Suku Besar Arfak, Dr. Ernesto Mingus Mandacan, telah menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat demi menyukseskan agenda nasional tersebut.
Ia menambahkan, masyarakat Arfak dan Doreri sebagai suku pemilik hak ulayat di Manokwari harus bergandengan tangan dengan seluruh suku Nusantara maupun suku-suku Papua lainnya untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh peserta.
“Pesparawi Nasional akan diikuti sekitar 8.000 peserta dari seluruh Indonesia. Karena itu, kita harus memberikan kesan terbaik sebagai tuan rumah yang ramah dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” katanya.
Yosua kembali mengimbau masyarakat yang berencana menggelar aksi demonstrasi agar menunda kegiatan tersebut hingga seluruh rangkaian Pesparawi Nasional selesai dilaksanakan.
“Pada prinsipnya, masyarakat Papua mendukung penyampaian aspirasi secara demokratis. Namun saat ini yang terpenting adalah menyukseskan kegiatan gerejawi tingkat nasional yang dipusatkan di Manokwari.
Mari kita tunjukkan kepada seluruh peserta bahwa Papua Barat adalah daerah yang aman, damai, dan penuh keramahan,” pungkasnya.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K




















