Di Bawah Langit Merdey: Ketika Sepiring Nasi Menjadi Doa yang Tak Pernah Selesai

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Di bawah langit Merdey yang biru dan terbentang luas, alam seolah sedang bercerita dengan caranya sendiri. Angin berhembus lembut menyusuri perbukitan, menyentuh lembah-lembah sunyi, lalu berbisik di antara pepohonan hutan yang hijau dan lebat.

Dari kejauhan, suara burung-burung bersahutan—seakan menyambut pagi dengan nyanyian yang tak pernah dipelajari, namun selalu indah didengar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tanah Papua yang kaya akan keindahan ini, alam tampak begitu sempurna. Bukit, gunung, dan lembah berdiri seperti lukisan yang hidup. Namun di balik keindahan itu, ada cerita lain yang tak selalu terlihat oleh mata—cerita tentang kehidupan yang dijalani dengan kesederhanaan, bahkan dalam keterbatasan.

Baca Juga  Sambut Ramadhan Lapas Kelas IIB Tanjung Balai Asahan Kerja Bakti Bersihkan Musholla Nurul Ihsan

Pada suatu siang yang tenang, di tengah suasana alam yang bersahabat, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, hadir membawa sesuatu yang sederhana, namun penuh makna: bantuan sembako bagi 30 warga di Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni.

Bantuan itu bukanlah sesuatu yang besar jika dilihat dari angka. Namun bagi mereka yang menerimanya, setiap butir beras adalah harapan, setiap sendok gula adalah kelegaan, dan setiap tetes minyak goreng adalah kesempatan untuk tetap menyalakan api kehidupan di dapur mereka.

Di Merdey, sepiring nasi bukan sekadar makanan. Ia adalah doa yang dipanjatkan tanpa suara—doa seorang ibu agar anaknya tidak tidur dalam lapar, doa seorang ayah agar keluarganya tetap bertahan satu hari lagi.

Baca Juga  Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Polres Asahan Hadirkan 14 Orang Terasangka Kasus Narkoba

Alam boleh saja indah dan langit boleh saja cerah, tetapi hidup tidak selalu berjalan mudah. Di sinilah manusia belajar arti bersyukur—bukan karena memiliki segalanya, tetapi karena masih diberi cukup untuk melanjutkan hidup.

Ketika bantuan itu dibagikan, tidak ada sorak sorai yang berlebihan. Hanya senyum-senyum kecil yang lahir dari hati yang tulus. Sebuah keheningan yang justru lebih jujur daripada kata-kata.

Di bawah langit Merdey, kehidupan terus berjalan. Dan di antara langkah-langkah kecil itu, harapan tetap tumbuh—pelan, sederhana, namun tak pernah benar-benar padam.

Karena di tempat seperti ini, sepiring nasi bukan hanya tentang hari ini. Ia adalah doa yang tak pernah selesai.

Baca Juga  Gedung Dekranasda Batu Bara Diresmikan

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Dina Maulidah Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 Nasional di Makassar
Ketua BEM STIH Maksi Towansiba Soroti Pengembalian Dana Kesehatan Rp50 Miliar ke Kas Negara
Johansyah Pimpin DPC PPP Murung Raya Periode 2026–2031
Bupati Batu Bara Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Lima Puluh
Pertamina EP Rantau, Tanam Ratusan Pohon,Wilayah Operasional
Ketum PWDPI Berikan Dukungan Penuh Kepada Ketua Dewan Pembina : Pilihan Dang Ike Bukti Kerendahan Hati Dan Totalitas Mengabdi
Dang Ike Tegaskan Tak Lagi Gunakan Jabatan Kepaksian Pernong, Pilih Fokus sebagai Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Lampung
Ribuan Jemaat Semarakkan Pembukaan Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:13 WIB

Dina Maulidah Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 Nasional di Makassar

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:29 WIB

Johansyah Pimpin DPC PPP Murung Raya Periode 2026–2031

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:29 WIB

Bupati Batu Bara Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Lima Puluh

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:28 WIB

Pertamina EP Rantau, Tanam Ratusan Pohon,Wilayah Operasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:14 WIB

Ketum PWDPI Berikan Dukungan Penuh Kepada Ketua Dewan Pembina : Pilihan Dang Ike Bukti Kerendahan Hati Dan Totalitas Mengabdi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page