Lebih dari 300 Peserta Hadiri Forum Internasional di Batam, Penanganan Trauma Korban Kfar Azza Jadi Sorotan

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

BATAM — Lebih dari 300 peserta memadati forum internasional yang digelar di House of Glory, Batam, dengan fokus pada penanganan trauma korban konflik Kfar Azza, Israel, yang hingga kini masih menyisakan luka mendalam, terutama bagi anak-anak.

Forum ini menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri, termasuk kalangan hamba Tuhan dan praktisi kemanusiaan. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya kepedulian terhadap pemulihan trauma pasca konflik.

Salah satu pembicara, Monigue, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum biasa, melainkan panggilan kemanusiaan.

“Ini bukan hanya tentang teori, tetapi tentang hati yang terluka. Banyak korban, terutama anak-anak, masih hidup dalam ketakutan dan trauma yang mendalam,” ujarnya.

Baca Juga  Program Pendidikan Siswa Qur’ani Cetak Polwan Berprestasi Dengan Keagamaan Kuat

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci dalam proses pemulihan.

“Kita tidak bisa tinggal diam. Mereka membutuhkan perhatian, pendampingan, dan kasih yang nyata untuk bisa bangkit kembali,” tambahnya.

Hal tersebut diperkuat oleh Pdt. Emma E.J. Wanma saat dikonfirmasi jurnalis TempoTimur.com melalui WhatsApp, Selasa malam (28/4/2026) pukul 20.32 WIT.

Ia menekankan bahwa luka batin akibat konflik tidak mudah disembuhkan tanpa penanganan yang serius.

“Trauma ini nyata dan sangat dalam. Jika tidak ditangani dengan tepat, dampaknya bisa berlangsung seumur hidup, terutama bagi anak-anak yang menjadi korban,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, dipaparkan materi bertajuk “Trauma Treatment – Kfar Azza” yang mengulas dampak serangan 7 Oktober, yang menyebabkan trauma fisik dan psikologis bagi warga sipil.

Baca Juga  Mengapa Tak Semua Presiden Indonesia Mau Tinggal Di Istana Negara

Menurut Pdt. Emma, hingga saat ini para korban masih bergulat dengan tekanan psikologis yang berat. Di sisi lain, keterbatasan tenaga profesional dan fasilitas kesehatan mental menjadi tantangan serius dalam proses pemulihan.

Sebagai solusi, berbagai pendekatan terapi diperkenalkan, termasuk terapi trauma yang dikombinasikan dengan terapi musik. Metode ini dinilai efektif dalam membantu anak-anak dan generasi muda mengatasi luka batin serta memulihkan rasa aman.

“Melalui terapi yang tepat, kita ingin mengembalikan harapan mereka. Anak-anak ini harus kembali merasakan sukacita, bukan ketakutan,” tutur Pdt. Emma.

Selain menjadi ruang edukasi, forum ini juga berfungsi sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat dukungan terhadap korban konflik. Para peserta yang terdiri dari masyarakat, praktisi, dan pemangku kepentingan tampak aktif mengikuti setiap sesi diskusi.

Baca Juga  Ketua Pembina Posyandu Batu Bara Terima Kunker Wakil Ketua Posyandu Sumut

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran global akan pentingnya penanganan trauma pasca konflik, sekaligus mendorong penerapan metode pemulihan serupa di berbagai wilayah yang mengalami krisis kemanusiaan.

Fokus utama forum ini adalah memastikan kelompok rentan, khususnya anak-anak, mendapatkan perhatian serius dalam proses pemulihan, demi membangun kembali masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

DPRD Batu Bara Sampaikan Rekomendasi Strategis atas LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025
Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Diduga Dipicu Taksi Mogok, Menhub Perintahkan Evaluasi
Di Balik Otonomi Papua: Harapan, Realita, dan Suara dari Tanah Timur
Bupati Heriyus Lepas 73 Calon Jemaah Haji Murung Raya 2026
Siap Tidak Siap, Kita Harus Siap!” Seruan Tegas dari Mimbar GPdI Bethesda Fakfak
Grebek Sarang Narkoba di Batu Bara Polisi Amankan Satu Tersangka dan Sejumlah Barang Bukti
Bebie: Pemenuhan Kebutuhan Dasar Harus Jadi Prioritas Utama APBD Murung Raya
DPRD Murung Raya Sahkan Ranperda Kelompok Tani, Bebie Dorong Sosialisasi dan Perluasan Program

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:42 WIB

Lebih dari 300 Peserta Hadiri Forum Internasional di Batam, Penanganan Trauma Korban Kfar Azza Jadi Sorotan

Selasa, 28 April 2026 - 18:57 WIB

DPRD Batu Bara Sampaikan Rekomendasi Strategis atas LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025

Selasa, 28 April 2026 - 14:09 WIB

Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Diduga Dipicu Taksi Mogok, Menhub Perintahkan Evaluasi

Senin, 27 April 2026 - 16:03 WIB

Di Balik Otonomi Papua: Harapan, Realita, dan Suara dari Tanah Timur

Minggu, 26 April 2026 - 17:55 WIB

Bupati Heriyus Lepas 73 Calon Jemaah Haji Murung Raya 2026

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page