BUMN Hadir, Tapi Nelayan Tak Sejahtera: HNSI Batu Bara Angkat Bicara

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

BATU BARA — Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batu Bara, H. Safri Habni ATW, menyoroti minimnya perhatian perusahaan besar, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terhadap kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Batu Bara.

Menurut Safri, keberadaan sejumlah perusahaan strategis nasional di kawasan industri Kuala Tanjung belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan taraf hidup nelayan.

“Nelayan adalah masyarakat yang paling dekat dan paling terdampak langsung oleh aktivitas industri pesisir. Namun sampai hari ini, perhatian yang diberikan masih sangat terbatas,” ujarnya, Selasa 07/04/2026.

 

BUMN Beroperasi di Batu Bara

Sejumlah perusahaan skala nasional yang beroperasi di Kabupaten Batu Bara antara lain:

Baca Juga  40 Anggota Paskibra Batu Bara Dikukuhkan

PT Indonesia Asahan Aluminium

PT Pelabuhan Indonesia

PT Prima Multi Terminal

PT Perkebunan Nusantara III

PT KINRA

PT PLN (Persero)

PT Pertagas Niaga perusahaan-perusahaan tersebut terpusat di kawasan Kuala Tanjung yang berbatasan langsung dengan wilayah tangkap nelayan.

 

CSR Dinilai Belum Maksimal dan Tepat Sasaran

HNSI menilai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/TJSL) yang dijalankan selama ini belum optimal dan belum menyentuh kebutuhan utama nelayan.

Beberapa program CSR memang telah dilakukan, seperti bantuan jaring, pelampung, hingga alat tangkap oleh INALUM kepada nelayan di beberapa kecamatan. Bahkan, bantuan rumpon (terumbu buatan) juga pernah diberikan untuk meningkatkan hasil tangkapan.

Namun demikian, Safri menilai program tersebut masih bersifat sporadis dan belum berkelanjutan.

Baca Juga  Warga Gampong Geulanggang Baro Lapang Minta Instansi Terkait Audit Dana Desa TA 2024

“Bantuan ada, tapi belum terstruktur, belum merata, dan belum menjawab persoalan utama nelayan seperti akses permodalan, infrastruktur, dan dampak lingkungan,” tegasnya.

 

Di sisi lain, isu transparansi dan akuntabilitas CSR juga sempat menjadi sorotan publik, terutama terkait pengelolaan dan penyalurannya.

 

Harapan HNSI

HNSI Kabupaten Batu Bara menyampaikan beberapa tuntutan kepada perusahaan dan BUMN:

 

1 CSR Berbasis Kebutuhan Nelayan

Program harus menyasar langsung kebutuhan riil, seperti:

 

✓ Modernisasi alat tangkap

✓ Bantuan kapal dan BBM

✓ Penguatan koperasi nelayan

 

2 Pembangunan Infrastruktur Pesisir

 

✓ Dermaga nelayan

✓ Tempat Pelelangan Ikan (TPI)

✓ Cold storage

 

3 Perlindungan Ekosistem Laut

Baca Juga  BPW PISPI Sumut Olahraga Bersama dan Sosialisasikan Program Proklim di Kota Tanjung Balai

 

✓ Rehabilitasi mangrove

✓ Pengawasan limbah industri

✓ Pemulihan daerah tangkap

 

4 Transparansi Program CSR

Perusahaan diminta membuka data penyaluran CSR secara terbuka dan melibatkan masyarakat.

 

5 Kemitraan dengan Nelayan

HNSI meminta perusahaan menjalin kerja sama jangka panjang, bukan sekadar program seremonial.

 

Ajakan kepada Pemerintah

Safri juga meminta pemerintah daerah dan pusat untuk lebih aktif mengawasi dan mengarahkan pelaksanaan CSR agar tepat sasaran.

“Kami mendukung investasi, tetapi keadilan sosial harus tetap menjadi prioritas. Nelayan jangan hanya jadi penonton di daerahnya sendiri,” tutupnya.

 

(tim)

Berita Terkait

Kunjungi Manokwari, Wapres Terima Aspirasi dari Laskar Gibran Papua Barat
Gegara Didemo, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Putuskan Kerja Sama Publikasi dengan Sejumlah Wartawan
Yosua Sayori: Tunda Aksi Demonstrasi, Prioritaskan Suksesnya Pesparawi Nasional di Manokwari
DPRD Batu Bara Gelar Rapat Paripurna, Seluruh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Pembentukan Pansus Plasma
DPRD Batu Bara Gelar Reses Tahap II di Desa Sumber Makmur, Dorong Lahan Pintu Tol Jadi Sentra UMKM
52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif
Wali Kota Tanjung Balai Hadiri Pembukaan Persami KKRI Gelombang V TW II tahun 2026
Mahyaruddin Salim Sambut Kunker Wadan Kodaeral I Brigjen TNI Mar Ali Bahar Saragih di Kota Tanjung Balai

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:21 WIB

Kunjungi Manokwari, Wapres Terima Aspirasi dari Laskar Gibran Papua Barat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:45 WIB

Gegara Didemo, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Putuskan Kerja Sama Publikasi dengan Sejumlah Wartawan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:47 WIB

Yosua Sayori: Tunda Aksi Demonstrasi, Prioritaskan Suksesnya Pesparawi Nasional di Manokwari

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:46 WIB

DPRD Batu Bara Gelar Rapat Paripurna, Seluruh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Pembentukan Pansus Plasma

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:35 WIB

DPRD Batu Bara Gelar Reses Tahap II di Desa Sumber Makmur, Dorong Lahan Pintu Tol Jadi Sentra UMKM

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page