Pdt. Budi Rohayu: Jumat Agung Momentum Mengingat Pengorbanan Yesus dan Ajakan Tetap Setia kepada Tuhan

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

FAKFAK — Wakil Pdt. Budi Rohayu, MT.h menyampaikan makna Jumat Agung sebagai momen penting bagi umat Kristiani untuk mengingat pengorbanan Tuhan Yesus Kristus dalam menebus dosa manusia.

Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi wartawan di kediamannya di Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Fakfak Selatan, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 14.13 WIT.

Menurutnya, Jumat Agung merupakan bagian dari rencana keselamatan Allah bagi umat manusia, yang diawali dengan pergumulan doa Yesus di Taman Getsemani bersama para murid-Nya, sebagaimana tertulis dalam Matius 26:41.

Ia menjelaskan, dalam peristiwa tersebut Yesus mengingatkan para murid untuk berjaga dan berdoa agar tidak jatuh ke dalam pencobaan. Namun, para murid justru tertidur berulang kali hingga tiga kali, sehingga Yesus menegur mereka karena tidak mampu berjaga bahkan satu jam.

Baca Juga  BPW PISPI Sumut Olahraga Bersama dan Sosialisasikan Program Proklim di Kota Tanjung Balai

Selanjutnya, Yesus juga mengingatkan bahwa saat penangkapan-Nya sudah dekat. Ia dikhianati oleh salah satu murid-Nya, Yudas Iskariot, yang menyerahkan Yesus kepada ahli Taurat dan orang Farisi. Selain itu, Yesus juga telah memperingatkan Petrus bahwa ia akan menyangkal-Nya sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok.

“Peristiwa ini mengajarkan kepada kita untuk tetap setia dan tidak meninggalkan Tuhan dalam situasi apa pun,” ujar Pdt. Budi Rohayu.

Ia menambahkan, setelah melalui proses pengadilan, Yesus kemudian disalibkan dan wafat sekitar pukul tiga sore. Jenazah-Nya kemudian diturunkan dan dimakamkan oleh Yusuf dari Arimatea di sebuah kubur miliknya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pada hari ketiga, Yesus bangkit dari kematian sesuai dengan janji-Nya, kemudian menampakkan diri kepada murid-murid-Nya hingga kenaikan ke surga.

Baca Juga  Pesta Tapai Kecamatan Talawi Mulai Dibuka

Menurutnya, kebangkitan tersebut menjadi bukti kemenangan atas dosa dan maut, sekaligus pengharapan bagi umat percaya.

“Oleh karena itu, kita yang telah ditebus oleh darah-Nya hendaknya tetap setia kepada Tuhan Yesus hingga pada waktunya dipanggil menuju kehidupan kekal,” tutupnya.

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Komisi IV DPRD Batu Bara Panggil PDAM Bahas Air Mati 10 Hari di Lima Puluh
Jawaban Bupati: Perubahan Status Batra Berjaya Demi Tata Kelola dan PAD Lebih Baik
DPRD Batu Bara Bulat Dukung Ranperda Batra Berjaya Jadi Perseroda
Pemadaman Listrik Menyeluruh Melanda Sumatera pada 22 Mei, Jutaan Warga Terdampak
Plh Wali Kota Tanjung Balai Terima Audensi Paguyuban Pasundan Mengapresiasi Peran Strategis Bantu Wujudkan Visi Tanjung Balai EMAS 
Balai GASKAN Gelar Ngobrol Pintar Bersama Plh Wali Kota Tanjung Balai dan Aktivis Pecinta Lingkungan
Plh Wali Kota Terima Audiensi Panitia Hari Raya Waisak Kota Tanjung Balai 
Plh Wali Kota Tanjung Balai Monitoring Sidak Pasar Tradisional Pastikan Pasokan Pangan Jelang idul Adha

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:20 WIB

Komisi IV DPRD Batu Bara Panggil PDAM Bahas Air Mati 10 Hari di Lima Puluh

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:12 WIB

Jawaban Bupati: Perubahan Status Batra Berjaya Demi Tata Kelola dan PAD Lebih Baik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:01 WIB

DPRD Batu Bara Bulat Dukung Ranperda Batra Berjaya Jadi Perseroda

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:37 WIB

Pemadaman Listrik Menyeluruh Melanda Sumatera pada 22 Mei, Jutaan Warga Terdampak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:29 WIB

Plh Wali Kota Tanjung Balai Terima Audensi Paguyuban Pasundan Mengapresiasi Peran Strategis Bantu Wujudkan Visi Tanjung Balai EMAS 

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page