Batu Bara — Sejumlah warga yang bermukim di sekitar Kantor Desa Indrayaman, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, menyatakan dukungannya terhadap aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa di depan kantor desa, Senin (19/1/2026).
Aksi mahasiswa tersebut menuntut transparansi pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) serta menyoroti dugaan penyelewengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diduga terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
Demonstrasi berlangsung dengan pengawalan ketat personel Polsek Labuhan Ruku dan turut disaksikan seluruh perangkat Desa Indrayaman.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Desa Indrayaman, Kholil, menyampaikan bahwa seluruh dana desa telah dikelola dan direalisasikan sesuai peruntukannya.
“Seluruh dana desa sudah dikelola dengan baik dan bahkan telah diperiksa oleh inspektorat. Saya berharap aksi demo hari ini tidak cacat administrasi, karena saya menilai surat yang masuk belum akurat dan terkesan main-main,” tegas Kholil di hadapan para pendemo.
Dukungan juga datang dari warga, termasuk kalangan ibu-ibu atau emak-emak yang berada di sekitar kantor desa. Mereka menilai Kepala Desa Indrayaman hanya menyampaikan janji pembangunan, khususnya perbaikan jalan, saat masa kampanye, namun hingga kini belum terealisasi secara maksimal.
“Kami emak-emak di sini sangat mendukung aksi adik-adik mahasiswa. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara tidak tinggal diam. Bahkan, kejaksaan harus turun tangan agar uang negara tidak dipermainkan,” ujar salah seorang warga kepada wartawan di lokasi aksi.
Masih menurut warga setempat MY, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi desa selama tiga tahun kepemimpinan Kepala Desa saat ini.
Menurutnya, tidak ada perubahan, selain pembangunan jalan masuk desa dan titi jembatan tidak ada lagi, dan itu dibangun karena di viral kan, yang ada saat ini peninggalan kepala desa sebelumnya.
“Sudah capek kami, bang, lihat jalan seperti ini terus. Jalan ini dibangun semasa kades yang lama. Kades sekarang hanya janji manis mau bangun jalan, padahal rumah saya dekat dari kantor desa ini tetap kebanjiran,” ungkap MY kepada wartawan.
Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini kondisi kantor desa masih memprihatinkan dan kerap terendam banjir saat hujan deras.
Penulis : Tim/TempoTimur






















