Pdt. Alexander Maniani Serukan Tokoh Adat Papua Tolak Sawit demi Perlindungan Hutan, Sagu dan Satwa

- Penulis

Jumat, 19 Desember 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Papua Barat Daya — Pendeta Alexander Maniani, S.Th mengajak tokoh-tokoh adat serta pemilik hak ulayat di seluruh Tanah Papua untuk menolak pengembangan perkebunan kelapa sawit. Seruan tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi Jurnalis TempoTimur.com pada Jumat pagi, 19 Desember 2025, sekitar pukul 07.50 WIT di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Pdt. Alexander Maniani menegaskan bahwa hutan Papua memiliki nilai yang sangat vital bagi kehidupan Orang Asli Papua (OAP). Selain berfungsi sebagai penyangga ekosistem, hutan juga menjadi sumber utama mata pencaharian, pangan, ruang hidup, serta tempat bergantungnya keberlangsungan budaya masyarakat adat Papua.

“Bagi kami orang Papua, hutan adalah sumber kehidupan. Jika hutan dibabat atau diganti dengan tanaman lain seperti kelapa sawit, maka kami akan kehilangan sumber pangan dan kehidupan,” ujar Pdt. Alexander Maniani.

Baca Juga  Harapkan Kota Fakfak Semakin Maju di Usia yang Baru

Ia menilai pembukaan perkebunan kelapa sawit berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, mengancam keseimbangan ekosistem, serta mengganggu keberlangsungan hidup masyarakat adat dan habitat satwa liar di Papua.

Sebagai alternatif pembangunan yang berkelanjutan, Pdt. Alexander Maniani mendorong pelestarian sagu sebagai tanaman pangan lokal khas Papua. Menurutnya, sagu telah menjadi makanan pokok masyarakat Papua secara turun-temurun dan terbukti mampu menopang ketahanan pangan tanpa merusak alam.

“Saya lebih memilih pelestarian sagu di seluruh Tanah Papua. Sagu adalah identitas dan kekuatan pangan orang Papua,” katanya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh salah satu warga, Boy, yang mengingatkan agar Papua belajar dari kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga  Pdt. Alexander Maniani: Pariwisata Berkelanjutan Buka Peluang Peningkatan Ekonomi bagi Orang Asli Papua

“Sudah cukup apa yang dialami Sumatera dan Kalimantan. Kerusakan alam telah menyebabkan berbagai bencana. Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita. Tuhan memberkati,” ujarnya.

Pdt. Alexander Maniani berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat menghormati hak-hak masyarakat adat, melindungi hutan Papua, menjaga keberlangsungan satwa liar, serta mengedepankan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan demi masa depan generasi Papua.

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Polres Tanjung Balai Ungkap Peredaran Narkoba Cair Etomidate, Ratusan Catridge Pod Disita
Polres Tanjung Balai Cek Stok BBM di SPBU, Pastikan Pasokan Aman dan Bebas Antrean
Wakil Wali Kota Tanjung Balai Monitoring Langsung Distribusi MBG di Sejumlah Sekolah
Bangun Sinergi dan Kolaborasi Penataan Pasar Tradisional, Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima APPSI Kota Tanjung Balai 
Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina Terima Audiensi Pengkot FAI Tanjung Balai dan Sumut
Polres Tanjung Balai Gelar Apel Pagi, Atensi Kasus Pencurian dan Stabilitas Harga Bahan Pokok
Ketua Laskar Melayu Batu Bara Pimpin Aksi 100 Life Jacket di Tanjung Tiram
Wali Kota Tanjung Balai Terima Audensi HMI Kisaran -Asahan Dorong Sinergi dan Kolaborasi Menuju Tanjung Balai Emas

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:39 WIB

Polres Tanjung Balai Ungkap Peredaran Narkoba Cair Etomidate, Ratusan Catridge Pod Disita

Kamis, 24 September 2026 - 21:36 WIB

Polres Tanjung Balai Cek Stok BBM di SPBU, Pastikan Pasokan Aman dan Bebas Antrean

Kamis, 24 September 2026 - 21:32 WIB

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Monitoring Langsung Distribusi MBG di Sejumlah Sekolah

Kamis, 24 September 2026 - 21:29 WIB

Bangun Sinergi dan Kolaborasi Penataan Pasar Tradisional, Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima APPSI Kota Tanjung Balai 

Kamis, 24 September 2026 - 19:53 WIB

Polres Tanjung Balai Gelar Apel Pagi, Atensi Kasus Pencurian dan Stabilitas Harga Bahan Pokok

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page