Ketua STIA As-Syafi’iyah Fakfak: Penanganan Kasus Pembakaran Mahkota Cenderawasih Harus Menghormati Budaya Papua

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Fakfak — Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) As-Syafi’iyah Fakfak, Drs. H. Mustaqfirin, M.Si, memberikan tanggapan menyejukkan terkait peristiwa pembakaran Mahkota Cenderawasih yang viral di media sosial dan menuai beragam reaksi publik di Papua.

Dalam wawancara melalui pesan WhatsApp bersama jurnalis TempoTimur.com dari kediamannya di Jalan Cenderawasih, Distrik Fakfak Utara, Kabupaten Fakfak, pada Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 09.39 WIT, Mustaqfirin menyampaikan pandangan dan harapannya terhadap peristiwa tersebut.

Pembakaran Mahkota Cenderawasih, yang merupakan simbol kehormatan dan identitas budaya masyarakat Papua,oleh Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Papua Jayapura di halaman Kantornya ramai diperbincangkan publik. Aksi tersebut dianggap menyinggung nilai-nilai adat dan budaya yang dijunjung tinggi masyarakat Papua.

Baca Juga  Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang

Sebagai seorang tokoh akademisi dan pimpinan perguruan tinggi di Fakfak, Mustaqfirin mengimbau agar penyelesaian masalah ini dilakukan secara bijak dan berimbang — dengan tetap menegakkan hukum, namun tidak mengabaikan penghormatan terhadap simbol budaya Papua.

Menurutnya, setiap tindakan yang melibatkan simbol budaya perlu disikapi dengan kepala dingin dan penuh rasa hormat, agar tidak menimbulkan perpecahan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Hal ini memang berkaitan dengan hukum, tetapi di sisi lain juga menyentuh simbol budaya dan identitas suatu daerah. Maka penanganannya harus bijak, tidak menimbulkan viralitas yang justru memperkeruh keadaan,” ujar Mustaqfirin.

Ia menyarankan agar benda-benda yang memiliki nilai budaya atau dianggap dilindungi diserahkan kepada pihak berwenang atau dikembalikan kepada masyarakat adat setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.

Baca Juga  Kunjungan Agus Flores Cs di Kediri , Diterima Kapolres dan Wakapolres , Ini Kalimat Presisi Ketum FRN Counter Polri

“Kalau memang ada pelanggaran, silakan diselesaikan sesuai hukum. Tapi kalau itu menyangkut simbol budaya, sebaiknya dikembalikan dengan hormat kepada masyarakat adat. Dengan begitu, kita menjaga agar tidak ada pihak yang tersakiti,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Mustaqfirin mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu di media sosial dan tetap menjaga ketenangan.

“Mari kita selesaikan dengan damai dan penuh hormat. Insya Allah, jika semua pihak berpikir jernih, persoalan ini tidak akan menimbulkan gejolak baru,” tutupnya.

 

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Wakil Bupati Batu Bara Ajak HIKABARA Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah pada Munas II
DPP PKB Percayakan Mahyono Pimpin DPC PKB Murung Raya Periode 2026–2030
Bupati Heriyus Pimpin Rapat Pemantapan Pelaksanaan MTQ KORPRI VIII Tingkat Provinsi Kalteng
Viral Makanan MBG Berulat Dalam Omprengan, Masyarakat Minta Bupati Tutup Operasional MBG Yang Lalai
Ketua IWO Batu Bara Angkat bicara, Masyarakat Berhak Mengetahui Penggunaan Dana Desa 
Dubes Korut yang Baru Bisa Bahasa Indonesia, Ini Kata Ketua Perhimpunan Persahabatan
JMSI Sumut Dukung Langkah Tegas Polrestabes Medan Berantas Kejahatan
Komandan POM Fakfak Ajak Warga Jaga Keamanan dan Kondusivitas Selama Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:25 WIB

Wakil Bupati Batu Bara Ajak HIKABARA Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah pada Munas II

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:42 WIB

DPP PKB Percayakan Mahyono Pimpin DPC PKB Murung Raya Periode 2026–2030

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:44 WIB

Bupati Heriyus Pimpin Rapat Pemantapan Pelaksanaan MTQ KORPRI VIII Tingkat Provinsi Kalteng

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:16 WIB

Viral Makanan MBG Berulat Dalam Omprengan, Masyarakat Minta Bupati Tutup Operasional MBG Yang Lalai

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:45 WIB

Ketua IWO Batu Bara Angkat bicara, Masyarakat Berhak Mengetahui Penggunaan Dana Desa 

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page